Euro Anjlok Menyusul Serangkaian Data Ekonomi Terbaru

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD ambruk lebih dari 0.4 persen ke kisaran 1.1057 pada awal sesi New York hari ini (6/12), sebagai akibat dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang jauh lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya. Euro juga bertekuk lutut terhadap sejumlah mata uang mayor lain, mulai dari Yen Jepang, Pound, hingga Franc Swiss, karena laporan ekonomi Jerman terbaru masih mengecewakan.

Euro Anjlok Menyusul Serangkaian Data Ekonomi Terbaru

Destatis melaporkan sektor industri Jerman mengalami penurunan tahunan 1.7 persen pada bulan Oktober 2019. Ini jauh lebih parah dibandingkan penurunan 0.6 persen yang terekam pada periode sebelumnya, sekaligus gagal memenuhi pemulihan 0.1 persen yang diharapkan oleh pelaku pasar. Produksi barang konsumsi dan setengah jadi mengalami peningkatan dalam periode ini, tetapi output barang modal malah menurun. Secara keseluruhan, data mengamini proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman yang sangat lemah sepanjang kuartal terakhir tahun ini.

“Kami tak ingin mempermanis data-data ini, tetapi grafik menunjukkan bahwa tren pertumbuhan produksi tidak memburuk, sebuah pesan yang didukung oleh stabilisasi tren dalam pesanan baru, meskipun dalam laju yang sangat lamban. Kami memperkirakan kuartal empat akan menjadi situasi buruk lagi bagi sektor manufaktur (Jerman), sebelum pulih bertahap pada paruh pertama tahun depan,” kata Claus Vistesen dari Pantheon Economics.

Baca Juga:   Berita Saham GIAA SELASA 27/02/2018

Perlambatan ekonomi ini selaras dengan keputusan bank sentral Eropa (European Central Bank) untuk memangkas suku bunga dan meluncurkan program Quantitative Easing baru pada bulan September lalu. Seiring tersalurkannya beragam stimulus moneter tersebut ke perekonomian riil, laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi Zona Euro diharapkan akan mulai membaik.

Prospek bullish Euro tergantung pada harapan pemulihan ekonomi tersebut. Selama Zona Euro belum mampu mempertahankan pemulihan ekonomi secara berkelanjutan, maka nilai tukar mata uangnya akan kesulitan menguat versus USD. Perspektif teknikal mata uang EUR/USD pun mengamini outlook tersebut.

Sebelum rilis data NFP malam ini, pakar teknikal terkemuka Karen Jones dari Commerzbank mengungkapkan keyakinannya bahwa Euro akan mempertahankan bias bullish dalam janga pendek dan panjang, tetapi pergumulan untuk mendominasi resistance pada 1.1180 bisa terus berlangsung selama tiga pekan ke depan atau lebih. Konfirmasi teknikal mengenai prospek bullish Euro baru akan terbangun tahun depan, setelah Euro membangun basis bagi tren jangka panjang pada tahun ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply