Euro Anjlok Pasca Pernyataan Gubernur ECB

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD merosot drastis ke kisaran 1.1306 pada pertengahan sesi Eropa, setelah gubernur bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menyampaikan pernyataan dovish pasca pengumuman kebijakan moneter terbarunya. Saat berita ditulis menjelang pembukaan sesi New York, Euro telah beranjak menguat kembali ke kisaran 1.360, tetapi grafik intraday masih berada pada area bearish.

Dalam pengumuman pasca rapat, European Central Bank tak merubah suku bunganya, tetap pada level 0.0 persen sesuai ekspektasi pelaku pasar sebelumnya. ECB juga menegaskan akan melanjutkan reinvestasi obligasi Quantitative Easing hingga jauh setelah kenaikan suku bunga pertama, bilamana mereka memutuskan kenaikan suku bunga di masa depan. Akibatnya, Euro merosot setelah pengumuman tersebut

Pidato Gubernur ECB, Mario Draghi, mengakselerasi kemerosotan EUR/USD ke level terendah sejak awal bulan ini, karena ia mengungkapkan bahwa data ekonomi baru-baru ini mulai menunjukkan pelemahan di area Euro. Selain itu, Draghi mengulangi kembali bahwa kebijakan moneter dibutuhkan untuk menjaga pencapaian target inflasi dua persen yang ditargetkan oleh bank sentral, khususnya karena inflasi kemungkinan melambat dalam beberapa bulan ke depan dan inflasi inti cenderung loyo.

Baca Juga:   Harga Minyak Mencapai Titik Tertinggi Saat Pasar Mengencang

Analis menilai bahwa sejumlah pelemahan ekonomi Euro bisa jadi berlangsung sementara. Diantaranya kesulitan industri otomotif Jerman dalam menyesuaikan diri dengan standar emisi baru, kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian Brexit, serta kekacauan akibat berkepanjangannya protes massa atas Presiden Prancis Emmanuel Macron. Akan tetapi, lesunya permintaan internasional kemungkinan berimbas lebih besar pada perlambatan ekonomi Eropa.

Dalam proyeksi ekonomi dunia terbaru yang dirilis International Monetary Fund (IMF) pada awal pekan ini, benua Eropa mendapatkan estimasi pertumbuhan terburuk. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan hanya tumbuh 0.7 persen dalam tahun 2019 ini, setelah mencatat pertumbuhan 3.8 persen tahun lalu. Sebagai perbandingan, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 3.5 persen dalam tahun 2019 dan 3.6 persen pada tahun 2020.

Apabila perlambatan ekonomi Zona Euro berlanjut, ECB dikhawatirkan harus mempertahankan suku bunga lebih lama, atau bahkan menyalurkan lebih banyak stimulus. Para investor kini memproyeksikan ECB baru akan menaikkan suku bunga pada pertengahan 2020.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply