Euro Anjlok Pasca Rilis Data PMI November 2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro merosot sekitar 0.50 persen ke kisaran 1.1350 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (23/November), setelah data Purchasing Managers’ Index (PMI) dilaporkan meleset jauh dari ekspektasi. Sinyal perlambatan momentum pertumbuhan ekonomi Zona Euro tersebut memicu pasangan mata uang EUR/JPY anjlok 0.60 persen ke level 128.05 dan EUR/CHF menurun 0.20 persen ke level 1.1317, sementara EUR/GBP cenderung stagnan di kisaran 0.8845.

Euro Anjlok Drastis Pasca Rilis Data PMI

Laporan preliminer mengenai PMI Zona Euro yang dirilis oleh Markit Economics menunjukkan memburuknya sentimen bisnis sektor manufaktur, jasa, dan gabungan lintas sektor pada bulan November 2018. PMI Manufaktur lengser dari 52.0 ke 51.5; masih dalam teritori ekspansif, tetapi lebih buruk dari ekspektasi yang dipatok pada 52.0.

PMI Jasa juga melorot dari 53.7 ke 53.1; mementahkan estimasi awal yang hanya memperkirakan penurunan ke 53.6. Demikian pula PMI Komposit anjlok dari 53.1 ke 52.4 saja, lebih buruk dari perkiraan 53.0 yang diestimasikan oleh para ekonom.

Penyebabnya, pertumbuhan sektor swasta Jerman melambat ke laju terburuknya dalam nyaris empat tahun terakhir. Hal ini terutama nampak dari perlambatan produksi pabrikan di negeri ekonomi terbesar Zona Euro itu.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 17/08/2018 - KBLV LAKUKAN NOVASI PINJAMAN ANAK USAHA DARI CIMB NIAGA

Serentetan laporan ekonomi yang buruk tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai outlook pertumbuhan Zona Euro, khususnya di tengah terus panasnya konflik perdagangan yang dipicu oleh Amerika Serikat. Pasar pun menjadi sangsi atas kemampuan European Central Bank (ECB) untuk merealisasikan keinginannya menarik program pembelian aset yang senilai 2.6 Miliar Euro pada bulan depan dan mulai melaksanakan normalisasi kebijakan.

“PMI Jerman secara khusus mengecewakan… Kondisi bagi Euro semakin sulit,” ujar Thu Lan Nguyen, pakar strategi Commerzbank, pada Reuters, sambil merujuk kisruh mengenai rencana anggaran Italia dan kekhawatiran terkait outlook pertumbuhan sekawasan. Lanjutnya lagi, “Perekonomian di Zona Euro telah melambat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dan kecuali jika ini hanyalah selingan sejenak, (maka) European Central Bank boleh jadi akan terpaksa melanjutkan kebijakan moneter longgar.”

Di sisi lain, kemerosotan Euro ini malah mendongkrak Dolar AS yang sempat terpuruk pada perdagangan hari Kamis sehubungan dengan tutupnya pasar AS dalam rangka perayaan Thanksgiving. Indeks Dolar AS (DXY) telah berbalik menguat 0.36 persen ke level 96.85 saat berita ditulis.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply