Euro Bergolak Karena Data PMI Manufaktur Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro memerah terhadap sebagian besar mata uang mayor, setelah data Purchasing Managers’ Index (PMI) dilaporkan gagal keluar dari area kontraksi pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (22/8). Saat berita ditulis, EUR/USD telah terguling hingga 1.1078, sementara EUR/JPY jatuh lebih dari 0.25 persen ke level 117.85 dan EUR/GBP tertahan di bawah 0.9150.

Euro Bergolak Karena Data PMI Manufaktur Mengecewakan

Laporan Markit Economics mengenai hasil survei PMI Zona Euro untuk bulan Agustus (preliminer) menunjukkan kenaikan skor PMI Komposit dari 51.5 menjadi 51.8, lebih baik dibandingkan estimasi yang hanya 51.2. Peningkatan terutama didukung oleh kenaikan PMI Jasa dari 53.2 menjadi 53.4, menepis estimasi penurunan ke 53.0. Akan tetapi, skor indeks untuk sektor manufaktur masih lesu.

PMI untuk sektor manufaktur Zona Euro hanya menanjak dari 46.5 menjadi 47.0. Angka tersebut lebih baik dibandingkan estimasi 46.3, tetapi masih di bawah ambang 50.0. Sebagaimana diketahui, skor PMI di bawah 50.0 menandakan perlambatan, sedangkan skor di atas PMI menunjukkan iklim bisnis ekspansif.

Lebih lanjut, Markit Economics mengungkapkan bahwa komponen dalam survei PMI masih cenderung mengecewakan. Ekspor menurun untuk bulan ke-11 berturut-turut, sedangkan komponen ketenagakerjaan mencetak rekor terburuk sejak tahun 2014. Pesanan baru (new order) juga merosot dengan laju tercepat sejak bulan April 2013. Diantara negara-negara anggota Zona Euro, Prancis berhasil mencatat pemulihan sedikit, tetapi Jerman masih terus menurun. Hal ini memperkuat kekhawatiran pasar mengenai akan terjadinya resesi di Jerman dalam tahun 2019.

Baca Juga:   Dolar Mendapatkan Kembali Pulih Dari Penurunan ECB

Bert Colijn, seorang ekonom dari ING, mengatakan, “Kenaikan kecil dalam PMI Zona Euro bulan Agustus dari 51.5 menjadi 51.8 merupakan sedikit kelegaan hari ini, karena analis sebelumnya memperkirakan kemerosotan lebih lanjut. Setidaknya, ini mengindikasikan bahwa perekonomian tak mungkin selip ke pertumbuhan negatif di tengah jalan menuju kuartal ketiga. (Akan tetapi) gambarannya lebih kurang tak berubah, dengan pertumbuhan lambat karena lesunya sektor manufaktur.”

Selaras dengan laporan PMI ini, pelaku pasar masih memperkirakan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan meluncurkan paket pelonggaran moneter baru dalam rapat kebijakannya awal bulan depan. Paket itu disinyalir akan mencakup pemangkasan suku bunga dan program pembelian obligasi baru.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply