Euro Berupaya Rebound Setelah Data Inflasi Penuhi Ekspektasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau menanjak 0.10 persen ke kisaran 1.1400 terhadap Dolar AS dan memangkas pelemahan versus Pounds ke kisaran 0.8840, setelah rilis data inflasi konsumen memenuhi ekspektasi pasar. Meski demikian, perdagangan Euro masih diwarnai pesimisme karena inflasi tetap rendah dan ada risiko imbas Brexit.

Euro Berupaya Rebound Setelah Data Inflasi Penuhi Ekspektasi

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) hanya stagnan pada bulan Desember, alih-alih merosot 0.2 persen (Month-over-Month) sesuai ekpektasi. Inflasi inti yang ditunjukkan oleh data Core CPI meningkat 0.5 persen (Month-over-Month), sesuai dengan estimasi dan sama dengan pencapaian periode sebelumnya. Sementara itu, inflasi tahunan memenuhi ekspektasi dengan tetap pada level 1.6 persen.

Walaupun memenuhi estimasi sebelumnya, angka-angka inflasi Zona Euro kali ini tetap menggarisbawahi loyonya kenaikan harga-harga di kawasan tersebut dan tak mampu menghapus kekhawatiran pasar. Apalagi, gubernur bank sentral Eropa kemarin telah menyampaikan pidato yang memuat peringatan bahwa perlambatan yang terjadi di Zona Euro bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan, walaupun tidak akan menuju ke arah resesi.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 13/08/2018 - NAIK SIGNIFIKAN, BEI CERMATI SAHAM FILM

Di tengah ketidakpastian ini, risiko lain muncul dari bahaya imbas keluarnya Inggris dari Uni Eropa terhadap negara ekonomi terbesar Zona Euro, Jerman. Lembaga BDI yang menaungi sektor industri Jerman, merilis laporan yang menggarisbawahi bahaya “No-Deal Brexit” alias keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan tertentu, bagi ribuan perusahaan dan ratusan ribu lapangan kerja di Jerman.

Kepala Eksekutif BDI, Joachim Lang, menyatakan bahwa jika Inggris tumbang, maka perdagangan bilateral dengan Jerman senilai 175 miliar Euro bakal terancam. Lebih lanjut, Presiden BDI, Dieter Kampf, mengungkapkan bahwa jika ada gangguan besar atas perdagangan antara Inggris dan Uni Eropa, perekonomian Jerman hanya akan tumbuh 1 persen pada tahun 2019; sedangkan jika Inggris keluar dari Uni Eropa dengan disertai kesepakatan bagus maka ada ekspektasi pertumbuhan Jerman setinggi 1.5 persen.

Data pertumbuhan ekonomi Jerman terbaru menunjukkan bahwa PDB hanya meningkat 1.5 persen (Year-on-Year) pada tahun 2018. Angka tersebut merupakan level terendah lima tahun dan jauh di bawah pencapaian 2.2 persen pada tahun 2017. Masalahnya, Jerman dipukul oleh konflik perdagangan berkelanjutan dengan Amerika Serikat yang belum juga usai hingga detik ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply