Euro Berusaha Rebound Pasca Rilis Data Produksi Industri

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro menguat 0.14 persen ke level 1.1332 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (12/12), setelah rilis data Produksi Industri yang lebih baik ketimbang ekspektasi awal. Namun, mayoritas pelaku pasar masih dalam mode “wait and see” menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) hari Kamis esok.

Euro Berusaha Rebound Pasca Rilis Data Produksi Industri

Lembaga Eurostat mengumumkan bahwa Produksi Industri Zona Euro meningkat 0.2 persen (MoM) sesuai ekspektasi pada bulan Oktober, naik dari -0.6 persen pada periode sebelumnya. Dalam basis tahunan, data ini bahkan meroket 1.2 persen, jauh di atas level 0.7 persen yang diperkirakan sebelumnya, sekaligus lebih tinggi dibanding pertumbuhan 0.8 persen pada bulan September.

Angka-angka ini menyiratkan kondisi ekonomi kuartal III/2018 yang tak seburuk ekspektasi, walaupun banyak keraguan mengenai stabilitas Zona Euro di kuartal keempat ini. Diantaranya, demonstrasi besar-besaran di Prancis menghadirkan risiko politik yang mengancam Presiden Emmanuel Macron, sekaligus membahayakan aktivitas bisnis di kawasan tersebut.

Baca Juga:   EUR / USD Menyentuh Posisi Terendah 2 - Minggu Berharap Pada Kesepakatan Utang AS

Pertumbuhan ekonomi Jerman juga diragukan, apalagi data sentimen ekonomi hasil survey lembaga Zew kemarin dilaporkan negatif. Indeks ZEW Economic Sentiment untuk kawasan Jerman membaik ke level -17.5, lebih baik ketimbang ekspektasi -25.0. Namun, indikator telah berada pada teritori negatif selama 9 bulan beruntun. Demikian pula sentimen ekonomi Zona Euro yang berada pada -23.2. Ini artinya penilaian para pebisnis tentang perekonomian kawasan telah memburuk. Apabila rilis-rilis data ekonomi selanjutnya meleset dari ekspektasi, maka terbuka kemungkinan depresiasi Euro lebih lanjut, memasuki tahun 2019.

ECB akan menggelar rapat kebijakan moneter yang sangat krusial pada hari Kamis. Beberapa bulan lalu, mereka menyatakan akan memangkas stimulus moneter akhir tahun ini dan mulai menaikkan suku bunga pada musim panas tahun depan, karena laju inflasi sudah mendekati target 2 persen yang ditentukan ECB. Namun, kondisi ekonomi belakangan ini memburuk, sehingga banyak yang ragu kalau mereka benar-benar akan mengumumkan penghentian stimulus moneter yang telah digelontorkan sejak Maret 2015 tersebut. Lebih dari itu, sejumlah pihak bahkan memperkirakan kalau ada kemungkinan ECB bakal meluncurkan stimulus moneter baru pada tahun 2019.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply