Euro Dibebani Isu Stagnasi Jerman dan Gejolak Politik Spanyol

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD sempat meroket sejenak setelah rilis data GDP Zona Euro hari Kamis ini (14/2). Namun, Euro langsung berbalik kembali dekat level terendah sejak Desember pada kisaran 1.1268 terhadap Dolar AS, karena laporan GDP tersebut sesungguhnya tidak bersifat bullish. Padahal, Euro telah tertekan oleh rilis data produksi industri dan gonjang-ganjing di Spanyol sejak hari Rabu.

Euro Dibebani Isu Stagnasi Jerman dan Gejolak Politik Spanyol

Menurut Eurostat, laporan preliminer menunjukkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) Zona Euro kuartal IV/2018 sama dengan periode sebelumnya dan sesuai dengan ekspektasi awal. GDP kuartalan tumbuh 0.2 persen (qoq), sedangkan GDP tahunan melaju 1.2 persen.

Lebih baik lagi, meskipun Italia masih mengalami resesi, tetapi kemerosotan pertumbuhan ekonomi Jerman terhenti pada taraf stagnasi (pertumbuhan nol persen) saja. Selain itu, dua negara ekonomi utama lainnya masih menampilkan pertumbuhan positif. GDP Spanyol melaju 0.7 persen, sementara GDP Prancis naik tipis 0.3 persen dalam kuartal IV/2018.

Terlepas dari itu, berbagai berita negatif sudah menjamur sejak bank sentral Eropa memutuskan untuk menghentikan stimulus moneter pada akhir tahun lalu, karena berbagai masalah dari dalam dan luar kawasan Euro. Meski bank sentral telah menepis kekhawatiran soal ancaman resesi di Zona Euro, tetapi para pebisnis dan investor mulai meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga:   NZD / USD Jatuh Sebagai Mengecewakan Q1 PDB

Pekan lalu, sejumlah perusahaan raksasa Jerman merilis peringatan bahwa keuntungan tahunan mereka mengalami penurunan selama tahun lalu. Leoni AG mensuspen pembagian dividen tahun 2018, karena pendapatan merosot lebih dalam dibandingkan ekspektasi. Daimler AG juga tengah menyiapkan serangkaian program efisiensi usaha karena income-nya terpukul oleh ancaman imbas konflik dagang AS-China.

Laporan produksi industri yang dirilis pada hari Rabu juga suram. Produksi industri Zona Euro dikabarkan anjlok 0.9 persen (mom) pada bulan Januari, sehingga menorehkan kontraksi 4.2 persen dalam basis tahunan. Di sisi lain, demonstrasi sosial di Prancis belum usai dan muncul pula gejolak politik di Spanyol. Setelah Parlemen Spanyol menolak RAPBN 2019 yang diajukan oleh PM Pedro Sanchez, negeri itu dikhawatirkan akan harus mengadakan pemilu dini, sementara kelompok separatis Katalan kembali memicu kericuhan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply