Euro Dijegal Data PMI Manufaktur, Disangga Krisis Brexit

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro diperdagangkan beragam pada sesi Eropa hari Jumat ini (21/September) lantaran rilis data PMI dan isu Brexit. Menjelang pergantian ke sesi New York, pasangan mata uang EUR/USD telah menurun 0.10 persen ke 1.1765 dan EUR/CHF merosot 0.36 persen ke 1.1250; sementara EUR/GBP melonjak lebih dari 0.50 persen ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada kisaran 0.8918

Euro Disangga Krisis Brexit

Kemarin, indeks keyakinan konsumen Zona Euro merosot ke -2.9. Sementara laporan preliminer lembaga riset Markit Economics tadi sore menunjukkan bahwa Purchasing Managers Index (PMI) untuk sektor Manufaktur dan Komposit telah memburuk. PMI Manufaktur turun dari 54.6 menjadi 53.3 dalam bulan September (preliminer), sementara PMI Komposit melandai dari 54.5 menjadi 54.2. Diantara tiga dataset yang dipublikasikan, hanya PMI Sektor Jasa Zona Euro yang menoreh tinta hijau dengan naik tipis dari 54.4 menjadi 54.7.

Perlambatan sektor Manufaktur terjadi di hampir semua negara di kawasan kesatuan ekonomi-politik tersebut. Bahkan PMI Jerman, negara industri terbesar di kawasan, secara tak terduga jatuh dari 55.9 ke 53.7, meleset dari ekspektasi awal yang dipatok pada 54.4.

Baca Juga:   Keuntungan Dollar Dimana Kekhawatiran Suara Yellen Valuasi Saham

Menurut Chris Williamson, pimpinan ekonom Markit, “Ekspor yang nyaris stagnan berkontribusi pada salah satu bulan terburuk di perekonomian Zona Euro dalam dua tahun terakhir. Perang dagang, Brexit, penurunan permintaan global (khususnya pada industri otomotif), tumbuhnya minat menghindari risiko, serta peningkatan ketidakpastian di dalam dan di luar Zona Euro, semuanya menyebabkan perlambatan aktivitas bisnis.”

Dengan demikian, laporan PMI kali ini mengindikasikan adanya perubahan fundamental dalam outlook ekonomi Zona Euro yang perlu dikonfirmasi oleh pelaku pasar dalam agenda rilis data-data berikutnya. Namun, untuk sementara ini kurs Euro masih tertolong karena prospek Poundsterling yang lebih buruk.

Kekhawatiran mengenai kemungkinan “No-Deal Brexit” kembali muncul dan menyetop paksa reli Poundsterling, setelah para pemimpin Uni Eropa dikabarkan menolak proposal Brexit yang diajukan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May dalam pertemuan tingkat tinggi di Salzburg, Austria. EUR/GBP spontan melejit setelah beredarnya kabar ini, karena sebelumnya pasar meyakini sesumbar salah satu menteri Inggris bahwa kesepakatan Brexit bisa dicapai pada bulan Oktober.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply