Euro Dilanda Aksi Jual Menjelang Rapat ECB

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro tertekan pada kisaran 1.1330 terhadap Dolar AS, menjelang pembukaan sesi New York dalam perdagangan hari Selasa ini (5/3). Sejumlah data ekonomi minor yang dirilis dari Zona Euro hari ini cenderung mengungguli ekspektasi. Namun, pelaku pasar mencemaskan kebijakan apa saja yang akan dibahas dalam rapat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada hari Kamis mendatang.

Euro Dilanda Aksi Jual Menjelang Rapat ECB

Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa dan komposit Zona Euro dilaporkan mengalami perbaikan. Menurut Markit, indeks PMI Jasa Zona Euro meningkat dari 52.3 menjadi 52.8 pada bulan Februari; sedangkan indeks PMI Komposit meningkat dari 51.4 menjadi 51.9 dalam periode yang sama.

Data penjualan ritel yang dirilis oleh Eurostat beberapa jam setelahnya, juga menghijau. Penjualan ritel Zona Euro dilaporkan mengalami kenaikan 1.3 persen (Month-over-Month) pada bulan Januari, setelah mencatat -1.4 persen pada periode sebelumnya. Peningkatan tersebut mendongkrak angka penjualan ritel tahunan dari 0.3 persen menjadi 2.2 persen (Year-on-Year).

Terlepas dari itu, perhatian investor dan trader masih terpusat pada jadwal rapat kebijakan ECB yang akan digelar pada hari Kamis. Pasalnya, sejumlah pejabat tinggi ECB telah mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan akan membahas stimulus moneter tambahan dalam bentuk rencana program TLTRO (Targeted Long Term Refinancing Operations) baru.

Baca Juga:   USD / CAD Naik Ke Tertinggi 1 Minggu Tetapi Keuntungan Terlihat Terbatas

Para analis menilai kalau ECB tak mungkin mengumumkan peluncuran program TLTRO pasca rapat mendatang. Akan tetapi, mereka tak mengecualikan kemungkinan kalau otoritas moneter Zona Euro itu bakal mengungkapkan pernyataan bernada dovish.

Shin Kadota, pakar strategi dari Barclays, mengatakan pada Reuters, “Rapat ECB tak mungkin memberikan kejutan besar, tetapi Euro mengalami tekanan besar karena bank sentral, pada akhirnya, diekspektasikan menyampaikan nada dovish.”

Christopher Vecchio dari DailyFX menyampaikan pendapat senada. Ia memperkirakan kalau ECB takkan meluncurkan TLTRO dalam kesempatan tersebut, tetapi bank sentral Eropa itu bisa saja mendiskusikan rencana program stimulus baru. Menurutnya, data inflasi bulan Januari yang hanya 1.5 persen (Year-on-Year) masih jauh di bawha target jangka menengah ECB, sehingga bank sentral kemungkinan menggeser posisi kebijakan moneternya dari “netral” menjadi “dovish”.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply