Euro Disangga Penurunan Risiko Anggaran Italia

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro menanjak 0.34 persen ke level 1.1374 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (26/November), di tengah kelegaan pasar setelah merebaknya rumor kalau pemerintah Italia akan bersedia memangkas defisit anggaran yang menjadi pokok sengketa dengan Uni Eropa. Euro juga menguat terhadap Franc Swiss dan Yen Jepang.

Posisi EUR/CHF naik 0.32 persen ke level 1.1336, serta EUR/JPY melesat 0.57 persen ke level 128.79. Sementara itu, EUR/GBP cendeurng stagnan di kisaran 0.8842, setelah para petinggi Uni Eropa menyetujui proposal Brexit yang diajukan PM Theresa May secara resmi pada akhir pekan lalu.

Euro Disangga Penurunan Risiko Anggaran Italia

Narasumber staf pemerintahan Italia yang diwawancara Reuters mengungkapkan bahwa koalisi pemerintah Italia tengah mendiskusikan kemungkinan untuk memangkas rencana defisit anggaran tahun depan hingga serendah 2 persen dari GDP (Gross Domestic Product). Tujuannya untuk menghindari sanksi dari Brussels, setelah European Commission menolak revisi anggaran minggu lalu.

“Meredanya risiko politik di Eropa dapat membantu semua mata uang Eropa hari ini,” ujar Valentin Marinov, pimpinan riset forex di Credit Agricole London. Lanjutnya lagi, “Laporan media terbaru bahwa pemerintah populis Italia kemungkinan bersedia kompromi mengenai masalah anggaran adalah salah satu perkembangan yang berpotensi positif.

Baca Juga:   Kebijakan Trump Berdampak Pada Dolar Terburuk Sejak Januari 2008

Namun demikian, Marinov menambahkan pula bahwa mayoritas mata uang mayor kemungkinan bergerak sideways menjelang peristiwa perisiko tinggi dalam sepekan ke depan, termasuk salah satunya pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell dan pertemuan tingkat tinggi negara-negara G20.

Dalam pertemuan G20 di Buenos Aires pada tanggal 30 November, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Chin Xi Jinping diekspektasikan mendiskusikan perseteruan perdagangan antara kedua negara. Hasil dari diskusi tersebut dapat berimbas pada pasar mata uang, khususnya bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang erat dengan China.

Sementara itu, dari sisi Uni Eropa sendiri, beberapa event dalam kalender ekonomi juga dapat berpengaruh pada pergerakan Euro. Antara lain hasil survei sentimen bisnis IFO Jerman serta pidato pimpinan European Central Bank (ECB) Mario Draghi di hadapan parlemen Eropa. Setelah pekan lalu Euro sempat terpuruk akibat data Purchasing Managers’ Index (PMI) yang mengecewakan, pelaku pasar pekan ini akan mencari tahu bagaimana imbasnya pada kebijakan moneter ECB, khususnya rencana menarik stimulus moneter mulai bulan depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply