Euro Jatuh Lagi Ke Level Terendah Sebulan Karena Data Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro terguling lagi ke level rendah, setelah data ekonomi Jerman dilaporkan kembali melemah. Ancaman resesi yang masih membayangi negara ekonomi terbesar di Zona Euro itu mengundang kekhawatiran pasar. Pasangan EUR/USD tertahan dekat level terendah sebulan pada kisaran 1.1214, sementara EUR/JPY menurun 0.1 persen ke level 125.10.Euro Jatuh Lagi Ke Level Terendah Sebulan Karena Data Jerman

Kemarin, Euro sempat menguat dikarenakan perbaikan data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa dan kabar mengenai kemajuan baru dalam perundingan perdagangan AS-China. Investor dan trader sempat optimis kalau keduanya bisa menjadi awal pemulihan kondisi ekonomi. Namun, pelaku pasar kembali was-was setelah data pesanan industri Jerman diberitakan jatuh lagi dalam laporan untuk periode Februari 2019. Akibatnya, EUR/USD kembali jatuh ke sisi terbawah dalam kisaran 1.12-1.16 tempatnya diperdagangkan selama tahun 2019 ini.

“Meskipun Euro takkan mendapatkan dukungan dari suku bunga, iklim ekuitas yang lebih baik bisa jadi positif. Mata uang ini nampak tertopang dengan baik dekat $1.12 hari ini, tetapi bisa jadi kesulitan pada $1.1250/80,” kata analis dari perbankan multinasional ING.

Baca Juga:   EUR / USD Naik Tajam Sebagaimana Komoditas Dan Ekuitas AS Membebani Dolar

Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) telah memutuskan untuk mempertahankan suku bunga negatif dalam rapat kebijakan terakhirnya, sembari mengumumkan rencana peluncuran program pelonggaran moneter tambahan. Dalam notulen rapat yang dirilis hari ini, terungkap bahwa para pejabat ECB tengah memperdebatkan dampak dari suku bunga yang terlalu rendah secara berkelanjutan.

“Kekhawatiran telah disampaikan mengenai dampak suku bunga yang terus menerus rendah dalam waktu lama yang bisa menekan marjin bunga dan profitabilitas perbankan, dengan efek negatif terhadap stabilitas keuangan dan intermediasi perbankan dalam jangka panjang,” demikian disebutkan dalam notulen ECB.

Sehubungan dengan itu, muncul ide untuk menetapkan suku bunga deposit berjenjang (tiered deposit rate). Berdasarkan ide tersebut, setiap bank bisa dikenai bunga berbeda-beda tergantung besarnya cadangan dana berlebih mereka. Namun, realisasinya justru diproyeksikan akan membuat ECB mempertahankan suku bunga acuan pada level terendah hingga kurun waktu lebih lama.

Terlepas dari masalah suku bunga, aksi jual atas Euro versus mata uang Safe Haven sebenarnya telah berkurang, karena memudarnya probabilitas “No-Deal Brexit”. Kemarin, parlemen Inggris telah menyetujui perundangan yang mencegah terwujudnya skenario yang bisa menimbulkan efek samping buruk bagi seluruh benua Eropa tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply