Euro Jatuh Pasca Rilis Data Pesanan Pabrikan Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD mengalami penurunan sekitar 0.2 persen ke kisaran 1.1260 dalam perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (5/7). Publikasi data pabrikan Jerman mengungkap kondisi yang jauh lebih buruk daripada estimasi, sehingga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga Zona Euro. Nilai tukar Euro juga terpantau stagnan versus Yen Jepang dan Poundsterling, karena rendahnya minat risiko pasar dan merosotnya yield obligasi Jerman.

Euro Jatuh Pasca Rilis Data Pesanan Pabrikan Jerman

Laporan terbaru dari kementrian ekonomi Jerman mengenai pesanan pabrikan yang masuk ke negaranya menunjukkan penurunan sebesar 2.2 persen (Month-over-Month) pada bulan Mei 2019, meski awalnya penurunan diperkirakan hanya sebesar 0.2 persen saja. Kemerotosan diakibatkan oleh minimnya permintaan ekspor dan barang investasi dalam periode tersebut, sementara aktivitas industri otomotifnya lesu karena dampak dari perlambatan permintaan China.

Menyusul kabar buruk tersebut, Euro dan yield obligasi pemerintah Jerman kompak merosot. Untuk pertama kalinya, yield obligasi Jerman bertenor 10-tahunan merosot ke bawah ambang suku bunga deposit ECB yang dipatok pada -0.4 persen. Hal ini dianggap sebagai sinyal bahwa bank sentral Eropa akan memotong suku bunganya lagi dalam waktu dekat. Apalagi, fenomena penurunan yield obligasi bertenor lebih panjang hingga jauh di bawah yield obligasi bertenor seringkali dipandang sebagai salah satu indikasi resesi negara terkait.

Baca Juga:   Dolar Stabil Tapi Berjuang Untuk Membuat Kemajuan

Kemungkinan pemangkasan suku bunga ECB juga diutarakan oleh salah satu pejabat tingginya, Olli Rehn, dalam pesannnya yang disampaikan kepada media Jerman Boersen Zeitung. Tak seperti pesan rekan-rekannya terdahulu, Rehn tanpa tedeng aling-aling menyatakan urgensi pelonggaran moneter tambahan.

“Jika kita benar-benar ingin menjaga mandat, (maka) stimulus moneter lebih lanjut sekarang dibutuhkan hingga ada perbaikan dalam prospek ekonomi dan inflasi. Kita tak bisa lagi memandang perlambatan pertumbuhan baru-baru ini sebagai penurunan temporer dalam perekonomian, (ataupun) sebagai ‘koreksi tipis’. Kita mengalami fase pertumbuhan lemah yang lebih panjang.”

Dalam konteks ini, beberapa analis mulai memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga ECB dalam waktu dekat, atau secepat-cepatnya dalam rapat kebijakan bulan ini. Namun, sebagian lain memprediksi ECB akan menunggu perkembangan hingga akhir kuartal tiga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply