Euro Masih Bullish Meski Digempur Rentetan Data Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro mempertahankan penguatan 0.15 persen di kisaran 1.1410 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (4/1), walaupun sejumlah data ekonomi dari Zona Euro meleset dari ekspektasi. Penyebabnya, Dolar AS cenderung melemah menjelang rilis data Nonfarm Payroll (NFP), dikarenakan kekhawatiran pelaku pasar soal kenaikan suku bunga AS.

Euro Masih Bullish Meski Digempur Rentetan Data Mengecewakan

Markit Economics melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index untuk kawasan Euro menurun dari 51.3 menjadi 51.1 pada bulan Desember lalu, level terendahnya dalam empat tahun terakhir, padahal sebelumnya diekspektasikan stagnan. Pertumbuhan bisnis di sektor jasa dan manufaktur melambat lebih buruk dibanding perkiraan lantaran demo besar-besaran di Prancis, memburuknya kondisi industri mobil Jerman, serta pelemahan ekonomi Italia.

“Perusahaan-perusahaan tak mengantisipasi perbaikan permintaan dalam waktu dekat,” ujar Chris Williamson, pimpinan ekonom bisnis di IHS Markit. Lanjutnya, “Kekhawatiran merefleksikan beragam imbas dari peran dagang, Brexit, eskalasi ketidakpastian politik, volatilitas pasar finansial, dan pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat.”

Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) telah mengakui berbagai risiko tersebut pada pernyataannya bulan lalu, dengan memangkas forecast pertumbuhan ekonomi untuk kawasan 19 negara ini. Namun demikian, ECB tetap memutuskan untuk mengakhiri program pembelian obligasi dengan ekspektasi laju inflasi akan tetap meninggi. Namun, data inflasi yang dirilis sore ini justru merosot. Consumer Price Index (CPI) untuk Zona Euro menurun dari 1.9 persen ke 1.6 persen (year-on-year) dalam bulan Desember, menyimpang dari estimasi ekonom yang memperkirakan angkanya dapat mencapai 1.8 persen.

Baca Juga:   Harga Emas Jatuh Setelah Keputusan Fed, Dolar AS Juga Tergelincir

Terlepas dari berbagai tanda pelemahan ekonomi Zona Euro tersebut, saat ini pelaku pasar menyoroti probabilitas kenaikan suku bunga AS. Serangkaian data ekonomi AS dirilis lebih buruk dari ekspektasi dan seorang pejabat bank sentral menyampaikan pesar dovish, sehingga Dolar AS cenderung melemah. Data Nonfarm Payroll dan pernyataan pimpinan Federal Reserve malam ini akan diperhatikan untuk mengonfirmasi apakah kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan sebanyak dua kali tahun ini atau tidak.

Data NFP diestimasikan naik dari 155k menjadi 178k untuk periode Desember. Apabila angka aktual ternyata lebih rendah dari perkiraan, maka Dolar AS bisa melemah lebih lanjut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply