Euro Masih Loyo Meski Kekhawatiran Soal Utang Italia Memudar

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro kembali terpuruk terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Selasa (11/September), meskipun sempat mencuat setelah dikabarkan bahwa utang Italia tak perlu dikhawatirkan lagi. Menjelang pembukaan sesi New York, pasangan mata uang EUR/USD melorot 0.20 persen ke kisaran 1.1568, sementara EUR/JPY melandai tipis -0.05 persen ke 128.79. Euro juga hanya unggul tipis versus Pounds di sekitar 0.8900, dikarenakan banyaknya kabar positif terkait negosiasi Brexit.

Euro Masih Loyo Meski Kekhawatiran Soal Utang Italia Memudar

Pelaku pasar resah sehubungan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump kemarin bahwa mereka siap menerapkan bea impor atas semua barang dari Tiongkok; bukan hanya barang sesuai kriteria tertentu saja sebagaimana telah diberlakukan saat ini. Perlu diketahui, Uni Eropa juga sempat terlibat silang pendapat dengan Trump terkait bea impor logam sebelumnya.

Kabar yang agak melegakan Euro merebak dari jatuhnya yield obligasi pemerintah Italia, setelah Menteri Ekonomi Giovanni Tria memaparkan anggaran belanja tahun 2019.

“Nampaknya ada sentimen yang campur aduk antara kehati-hatian terhadap pasar negara berkembang, kelegaan menyusul komentar positif dari Kementrian Keuangan Italia tentang defisit anggaran dan utang pemerintah, kekhawatiran mengenai bea impor AS yang baru terhadap produk-produk Tiongkok, serta ketidakpastian menjelang rapat ECB pada hari Kamis,” ungkap Antje Praefcke, seorang analis dari Commerzbank, pada CNBC.

Baca Juga:   Yen Melemah Di Asia, Kiwi Fokus Pada Stabilitas OCR

Para pejabat bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diekspektasikan tak merubah suku bunga pada rapat hari Kamis. Namun demikian, komentar dari Gubernur ECB, Mario Draghi, mengenai stabilitas finansial Eropa akan disoroti oleh pelaku pasar. Pasalnya, sejumlah bank besar Eropa dikabarkan memiliki eksposur tinggi di Turki yang tengah dilanda krisis saat ini.

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih menantikan perkembangan terbaru dari negosiasi mengenai Brexit.┬áPada hari Senin malam, pimpinan negosiator Uni Eropa, Michel Barnier, mengungkapkan bahwa sebuah kesepakatan bisa dicapai dalam tempo 6-8 pekan ke depan. Hal ini memunculkan spekulasi kalau perjanjian bisa ditandatangani pada November 2018, dan memupuskan kekhawatiran mengenai “No-Deal Brexit” pada Maret 2019. Namun, negosiasi masih berlanjut di Brussels hingga 28 pemimpin Uni Eropa berjumpa untuk mendiskusikan masalah ini di sebuah KTT di Salzburg, Austria, minggu depan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply