Euro Melemah, Konflik Uni Eropa-Italia Menguat

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro merosot 0.13 persen versus Dolar AS ke 1.1349 dalam perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (9/November). Euro juga melemah terhadap mata uang Safe Haven dengan EUR/CHF melandai 0.17 persen ke 1.1410 dan EUR/JPY longsor 0.33 persen ke 129.17. Selain dipengaruhi oleh pernyataan bank sentral AS yang hawkish, pelemahan Euro juga dilatarbelakangi oleh eskalasi konflik Uni Eropa-Italia.

Euro Melemah, Konflik Italia-Uni Eropa Menguat

Dalam pernyataan pasca rapat kebijakan dini hari tadi, bank sentral AS (Federal Reserve) tak merubah rencana kenaikan suku bunga yang akan datang, karena kondisi ekonomi dinilai masih bagus. Hal ini membuat para pakar makin optimis kalau Fed melanjutkan rencana kenaikan suku bunga pada bulan depan, ditambah tiga kali kenaikan lagi pada tahun 2019.

Pernyataan Fed tersebut menggarisbawahi solidnya penciptaan lapangan kerja, penurunan jumlah pengangguran, dan pertumbuhan belanja konsumen; walaupun ada perlambatan investasi bisnis. Atas dasar itu, pelaku pasar memantapkan proyeksi kenaikan suku bunga pada bulan Desember mendatang. CME Group bahkan memperkirakan kalau probabilitasnya mencapai 76 persen.

Baca Juga:   USD / CAD Dekat Tertinggi 3 Minggu Sebelum Yellen

Di sisi lain, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) justru kemungkinan bakal terseret oleh krisis politik lagi di Zona Euro. Masalahnya, silang pendapat antara Uni Eropa dan Italia mengenai rencana anggaran 2019 tak juga mencapai titik terang.

Komisioner Ekonomi Uni Eropa, Pierre Moscovici, menuntut Roma merevisi anggarannya karena rasio Debt-to-GDP melampaui batas yang telah ditentukan Uni Eropa. Ia meminta Italia merespon tuntutan tersebut paling lambat pada 13 November mendatang dan mengancam akan menerapkan sanksi bila pemerintah Italia tak mengacuhkannya. Padahal, sehari sebelumnya, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengungkapkan ia sama sekali takkan mundur dalam perkara anggaran ini.

Italia merupakan negara ekonomi terbesar ketiga di Zona Euro, tetapi saat ini menanggung utang pemerintah terbesar di kawasan tersebut. Pasar finansial bisa bereaksi buruk spontan apabila Roma dan Brussels gagal mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perkara ini secara baik-baik. Sejumlah analis bahkan memperkirakan kalau hal itu dapat memicu krisis utang yang lebih dahsyat ketimbang krisis utang Yunani beberapa tahun lalu dan ikut menyeret negara-negara lain di Zona Euro.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply