Euro Melesat Berkat Depresiasi USD dan Wacana Obligasi Corona

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD melesat 1.15 persen ke atas ambang 1.1000 pada awal perdagangan sesi New York hari ini (26/3). Sejumlah faktor mendukung reli Euro kali ini, khususnya pelemahan Greenback akibat lonjakan jumlah pengangguran Amerika Serikat. Selain itu, dilontarkannya wacana tentang penerbitan obligasi Corona oleh Uni Eropa turut menopang minat risiko pasar.

Euro Melesat Berkat Depresiasi USD dan Wacana Obligasi Corona

Beberapa jam lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah klaim pengangguran meroket dari 282,000 menjadi 3,283,000 dalam periode sepekan yang berakhir pada tanggal 21 Maret 2020. Ini merupakan rekor klaim pengangguran mingguan tertinggi dalam sejarah Amerika Serikat, mengungguli rekor 695,000 yang sempat tercatat pada tahun 1982. Para analis juga memeringatkan bahwa data bisa meningkat semakin tinggi dalam beberapa pekan ke depan.

Situasi Amerika Serikat saat ini berkebalikan dengan Eropa. Italia dan Spanyol saat ini masih berstatus sebagai episenter epidemi virus Corona (COVID-19) dengan jumlah korban terinfeksi dan meninggal lebih besar dibanding China. Namun, laju pertumbuhan kasus dan korban meninggal di kawasan Uni Eropa sudah mulai melambat. Sebaliknya, laporan jumlah kasus di berbagai negara bagian di AS malah melesat pesat.

Baca Juga:   Dolar AS Kokoh Menjelang Rilis Data NFP April 2019

Layanan kesehatan di beberapa negara bagian AS mengaku kewalahan menghadapi arus pasien yang membludak, sementara gelombang PHK membanjir karena banyak bisnis terpaksa ditutup. Di tengah situasi ini, parlemen AS masih terus mempedebatkan perkara pengesahan stimulus fiskal yang amat dibutuhkan oleh perekonomian. Kekecewaan tersebut memicu kemerosotan USD.

Di belahan dunia yang lain, sejumlah negara Eropa mulai menyadari pentingnya stimulus fiskal guna menalangi kemunduran ekonomi akibat epidemi COVID-19. Pimpinan sembilan negara anggota Uni Eropa, Italia, Prancis, Belgia, Yunani, Portugal, Spanyol, Irlandia, Slovenia dan Luksemburg; menyampaikan ajakan publik kepada negara-negara anggota lain untuk bersama-sama menerbitkan obligasi untuk menalangi dana stimulus bagi seluruh kawasan.

Mereka menyatakan, “Kita perlu mengenali buruknya situasi dan diperlukannya aksi lanjutan untuk memperbaiki perekonomian kita sekarang. Alasan untuk (dibuatnya) sebuah instrumen bersama seperti (obligasi Corona) itu kuat, karena kita semua menghadapi kejutan eksternal secara simeteris, yang bukan merupakan tanggung jawab negara mana pun, tetapi dampak negatif-nya dirasakan oleh (kita) semua.”

Baca Juga:   Aturan Perdagangan Forex: Selalu Sandingkan Mata Uang Kuat dengan Lemah

Wacana ini masih akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan antar kepala negara anggota Uni Eropa malam ini. Ide obligasi Corona kemungkinan akan ditentang oleh negara-negara seperti Jerman, Belanda, dan Austria yang memiliki kondisi ekonomi jauh lebih baik daripada periferi seperti Yunani. Akan tetapi, jika mereka semua mampu menyepakatinya, maka kabar tersebut berpotensi melonjakkan sentimen positif investor bagi masa depan kawasan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply