Euro Melesat Setelah ECB Nyatakan Inflasi Akan Meningkat

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro yang cenderung lesu pada sesi Asia dan Eropa, langsung melesat di pertengahan sesi New York hari Senin ini (24/September). Pasangan mata uang EUR/USD tercatat naik 0.44 persen ke kisaran 1.1798, sementara EUR/GBP memangkas setengah penurunan hariannya dan kembali ke kisaran 0.8975.

Pasangan EUR/CHF juga melonjak 0.61 persen ke 1.1323; sedangkan EUR/JPY melesat 0.41 persen ke 132.80, level tertinggi sejak bulan April 2018. Pergerakan tersebut dipicu oleh sebuah pidato dari pimpinan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Mario Draghi, di Brussels.

Euro Melesat Setelah ECB Nyatakan Inflasi Akan Meningkat

Di hadapan ECON Committee di Parlemen Eropa malam ini, Mario Draghi mengungkapkan serangkaian proyeksi makroekonomi yang mengonfirmasi masih akan terus berlanjutnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro. Meski ia tak mengindikasikan kalau ECB akan merubah kebijakan, tetapi optimisme-nya cukup besar.

“Inflasi dasar diekspektasikan meningkat lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan, karena pengetatan di pasar tenaga kerja akan mendorong pertumbuhan gaji,” papar Draghi, “Profil yang stabil ini mengimbangi penurunan kontribusi dari komponen non-inti dalam indeks inflasi umum, dan (menandakan) kenaikan yang relatif tinggi dalam inflasi inti.”

Baca Juga:   Euro Lebih Tinggi Vs Dolar Dan Yen Dalam Perdagangan Yang Tenang

Secara lebih jelas, berikut ini sejumlah rincian yang diungkapkannya:

  • Laju kenaikan gaji akan terus berlanjut, karena perjanjian gaji biasanya dibuat untuk dua tahun atau lebih.
  • Proyeksi ECB memperkirakan akan ada kenaikan Inflasi Konsumen Inti (yang tak memperhitungkan harga makanan dan energi) hingga 1.8 persen pada tahun 2020.
  • Agar ekspektasi mengenai kenaikan inflasi tersebut dapat terwujud, maka ECB perlu tetap sabar, hati-hati, dan gigih dalam mengkalibrasi kebijakan moneter.
  • Suku bunga acuan ECB tetap akan berada pada level saat ini (takkan diubah), setidaknya hingga musim panas tahun depan.
  • Kebijakan moneter ECB telah memberikan kontribusi substansial bagi pembangunan ekonomi di kawasan Euro.

Terlepas dari pidato Mario Draghi kali ini, fokus pasar masih tetap terpusat pada rapat kebijakan moneter bank sentral AS (FOMC) yang akan digelar selama dua hari mulai besok dan diekspektasikan akan menghasilkan kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin. Pergerakan Euro dan mata uang mayor lainnya kemungkinan akan terusik oleh pengumuman pasca rapat pada hari Kamis dini hari waktu Indonesia Barat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply