Euro Melesat Usai Testimoni Presiden ECB

Bonus Welcome Deposit FBS

Testimoni pertama Presiden ECB Christine Lagarde disambut antusias oleh pelaku pasar keuangan. Euro meroket lebih dari 0.4 persen ke kisaran 1.1065 terhadap Dolar AS pada awal perdagangan sesi New York hari Senin ini (2/12) menyusul penyampaian testimoni tersebut. Euro juga unggul versus Yen Jepang dan Poundsterling, karena Lagarde berjanji untuk mengevaluasi kebijakan moneter ultra-longgar yang diterapkan oleh ECB saat ini.

Euro Melesat Usai Testimoni Presiden ECB

Dalam testimoninya di hadapan Parlemen Eropa, Christine Lagarde menegaskan bahwa bank sentral Eropa tetap berkomitmen untuk memulihkan stabilitas harga Zona Euro di bawah kepemimpinannya, tetapi menekankan pula bahwa evaluasi strategi kebijakan mendatang akan dilakukan dengan pikiran terbuka.

“Posisi kebijakan akomodatif ECB telah menjadi penggerak utama bagi permintaan domestik selama masa pemulihan, dan posisi itu masih tetap dipertahankan,” katanya.

Lagarde menambahkan, “Masih prematur untuk berdebat di sini mengenai ruang lingkup persis, arah, dan linimasa evaluasi kami, karena masalahnya belum didiskusikan secara menyeluruh oleh Dewan Gubernur. Namun, saya bisa mengonfirmasi bahwa evaluasi strategi akan dipandu oleh dua prinsip: analisis menyeluruh dan pikiran terbuka.”

Baca Juga:   Berita Saham PTPP RABU 28/02/2018

Lagarde mengakui bahwa kebijakan moneter ultra-longgar yang dijalankan oleh ECB di bawah kepemimpinan pendahulunya, Mario Draghi, memiliki banyak efek samping. Oleh karena itu, evaluasi akan dilakukan untuk mencoba menyelami bagaimana tren jangka panjang memengaruhi hal-hal yang dapat dikendalikan oleh bank sentral.

Laju inflasi merupakan salah satu tantangan utama bagi kawasan Zona Euro, karena pertumbuhan harga-harga telah lesu selama bertahun-tahun. Laju inflasi Zona Euro masih jauh dari target 2 persen, walaupun ECB telah mengerahkan beragam instrumen kebijakan longgar seperti suku bunga negatif dan program pembelian aset (Quantitative Easing). Perang dagang AS-China semakin memperburuk situasi, karena sektor manufaktur di negara-negara utama Zona Euro mendadak kehilangan permintaan. Laju pertumbuhan GDP kawasan 19-negara tahun depan diperkirakan akan tetap lamban.

Di tengah beragam masalah tersebut, Lagarde menyebutkan pula beberapa tantangan baru bagi ECB, “Tantangan baru telah mengemuka seperti demografi, teknologi disruptif, dan perubahan iklim. Kebijakan konvensional telah ditantang dan kebijakan moneter secara global telah memasuki teritori yang tidak dikenal,” uj

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply