Euro Melonjak Pasca Rilis Data Retail Sales dan Sentix

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro tercatat menanjak 0.40 persen ke level 1.1442 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Senin ini (7/1) dengan dukungan pelemahan Greenback, setelah rilis data penjualan ritel (Retail Sales) yang melampaui ekspektasi. Namun, data Sentix menampilkan sentimen investor yang rendah akibat berbagai risiko pasar.

Euro Melonjak Pasca Rilis Data Retail Sales

Eurostat melaporkan bahwa penjualan ritel dalam bulan November mengalami kenaikan 0.6 persen, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 0.2 persen (Month-over-Month). Sementara itu, lembaga riset Sentix merilis data yang menyebutkan bahwa Investor Confidence masih -1.5 dalam survei yang digelar 3-5 Januari lalu.
Walaupun indeks Sentix sedikit lebih tinggi dibanding ekspektasi (-2.0) maupun angka aktual periode sebelumnya (-0.3), tetapi posisinya yang masih di wilayah negatif merupakan sinyal buruk. Keyakinan investor terutama dibebani oleh ketidakpastian Brexit, imbas demonstrasi Yellow Vest di Prancis, serta kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global.

“Dengan data-data ini, Zona Euro sangat dekat dengan stagnasi,” ujar direktur manager Sentix, Manfred Huebner, “Politisi maupun bank sentral nampaknya belum memahami luasnya momentum yang hilang.”

Baca Juga:   Outlook FOREX Mingguan : 28 November - 2 Desember 2016

“Kemungkinan ‘Hard Brexit’ dan kurangnya dukungan dari perekonomian global masih menjadi faktor-faktor negatif,” lanjutnya, “Meski demikian, para investor tak mengekspektasikan bank sentral untuk menyediakan dukungan segera.”

Di sisi lain, pelaku pasar saat ini sedang berfokus pada anjloknya ekspektasi kenaikan suku bunga AS. Pada hari Jumat, di hadapan forum American Economic Association, pimpinan bank sentral AS mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga tidak berada dalam sebuah jalur yang telah ditentukan dan akan sensitif pada risiko-risiko yang terjadi di pasar.

Komentar dovish tersebut mengakibatkan Dolar AS -yang sempat meroket karena ditunjang kenaikan suku bunga sepanjang 2018- merosot pada akhir pekan lalu. Mata uang-mata uang mayor lain pun mendapatkan peluang untuk melanjutkan reli, termasuk Euro. Walaupun sejumlah analis menilai bahwa Federal Reserve masih punya peluang untuk menaikkan suku bunga dalam tahun ini, tetapi penguatan kembali Greenback akan sulit terjadi selama data-data ekonomi masih kurang cemerlang, US Government Shutdown terus berlangsung, dan konflik perdagangan dengan China belum terselesaikan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply