Euro Menanjak Didongkrak Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan menguat sekitar 0.1 persen di kisaran 1.1033 pada awal sesi New York hari ini (15/11), karena peningkatan kembali optimisme pasar terkait isu kesepakatan dagang AS-China. Euro juga menguat pesat hampir 0.5 persen versus Yen Jepang. Namun, para analis memiliki pandangan yang lebih pesimis. Reli Euro lebih meragukan lagi, karena data inflasi Zona Euro mengonfirmasi terjadinya perlambatan pada bulan Oktober lalu.

Euro Menanjak Didongkrak Optimisme Kesepakatan Dagang AS-China

Dini hari tadi, Penasehat Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan di hadapan wartawan bahwa kesepakatan dagang AS-China sudah di depan mata, meskipun rancangan belum matang sepenuhnya. Ia juga menjelaskan bahwa para negosiator AS dan Beijing berkomunikasi setiap hari demi mencapai kesepakatan tersebut sesegera mungkin.

Nilai tukar Euro dan mata uang-mata uang komoditas menanjak seusai beredarnya pernyataan Kudlow di media massa, karena membubungnya lagi harapan akan dicapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang dagang yang telah menjadi biang perlambatan ekonomi global. Akan tetapi, gambaran sesungguhnya masih suram. Kudlow tidak menyebutkan apapun tentang rencana pembatalan tarif impor yang dianggap oleh pihak Beijing sebagai penentu kesepakatan mendatang.

Baca Juga:   Dolar Memegang Stabil Setelah Data AS, Draghi Menyatakan

Sementara itu, laporan Eurostat tentang inflasi Zona Euro untuk bulan Oktober 2019 justru mengonfirmasi perlambatan laju kenaikan harga barang dan jasa tahunan menjadi 0.7 persen. Pertumbuhan inflasi bulanan juga melamban jadi 0.1 persen (Month-over-Month), meskipun sebelumnya diestimasikan naik 0.2 persen.

Data inflasi Zona Euro memberikan implikasi senada dengan laporan GDP Zona Euro yang memburuk kemarin. Keduanya sama-sama menyiratkan prospek inflasi bakal jauh dari target bank sentral (2 persen), sedangkan pertumbuhan ekonomi semakin termoderasi dan tetap berada dekat jurang resesi. Akibatnya, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) diperkirakan bakal terus mempertahankan suku bunga di teritori negatif, dilengkapi dengan program pembelian obligasi yang kontroversial.

Game-changer yang dapat mengatrol Euro secara permanen saat ini adalah pengumuman stimulus fiskal. Apabila pemerintah Jerman bersedia menggelontorkan anggaran belanja masif untuk menanggulangi perlambatan ekonomi kawasan, maka Euro memiliki harapan untuk menguat lebih tinggi. Selain itu, skenario bullish bagi Euro juga bisa terpicu apabila AS dan China benar-benar menandatangani kesepakatan dagang dalam waktu dekat.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply