Euro Menanjak Seusai Pidato Presiden ECB Mario Draghi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau naik sekitar 0.15 persen ke kisaran 1.1282 terhadap Dolar AS, pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (27/3). Pidato Presiden Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), Mario Draghi, hanya memberikan penjabran mengenai pernyataan dovish yang telah disampaikan beberapa waktu lalu. Hal ini sedikit melegakan pelaku pasar yang sebelumnya khawatir kalau ia bakal menyampaikan outlook yang lebih buruk, walaupun prospek jangka panjang Euro tetap suram.

Euro Menanjak Seusai Pidato Presiden ECB Mario Draghi

Dalam sebuah konferensi di Frankfurt, Mario Draghi menyatakan bahwa kenaikan suku bunga bisa ditunda jika diperlukan. Menurutnya, yang terpenting bagi bank sentral adalah pencapaian target inflasi 2 persen.

“Fungsi reaksi kami saat ini dirancang dengan baik untuk merespons penundaan konvergensi inflasi lebih lanjut. Dalam situasi seperti itu, sebagaimana telah kami laksanakan pada rapat bulan Maret, kami akan memastikan bahwa kebijakan moneter akan terus mendampingi perekonomian dengan menyesuaikan panduan suku bunga ke depan untuk merefleksikan outlook inflasi yang baru,” kata Draghi.

Dalam rapat terakhirnya, ECB telah merevisi turun proyeksi pertumbuhan Zona Euro tahun 2019 dari 1.7 persen menjadi 1.1 persen saja. Kawasan ini terus menerus dibayangi oleh perkembangan politik di Italia yang tengah dilanda resesi, serta Inggris yang proses Brexitnya masih belum mencapai finalisasi. Ada pula kekhawatiran mengenai dampak perlambatan ekonomi China terhadap kinerja negara-negara Euro yang berbasis ekspor. Dalam kerangka ini, Draghi mengajukan sejumlah perspektif baru yang dapat dievaluasi oleh pelaku pasar.

Baca Juga:   BERITA SAHAM JUMAT 06/09/2019 - AIRLANGGA : ESEMKA SIAP MENGASPAL, WUJUD KEKUATAN INDUSTRI OTOMOTIF NASIONAL

“Pertanyaan kuncinya adalah apakah, dengan kebijakan moneter terus menerus mendukung ekspansi, permintaan domestik akan tetap setangguh saat ini,” ungkap Draghi, “Jelas sekali bahwa hilangnya momentum pertumbuhan bisa makin meluas dan sulit diselesaikan jika dua risiko ini terjadi. Pertama, jika permintaan eksternal tetap lemah. Dan kedua, jika (penurunan) ini merembet ke permintaan domestik.”

Beberapa pertimbangan itu mendasari keputusan European Central Bank untuk menunda kenaikan suku bunga dalam tahun ini. Bahkan, bank sentral telah mengumumkan rencana rilis program stimulus baru untuk mendorong penyaluran pinjaman oleh pihak perbankan ke masyarakat, demi menopang permintaan domestik ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply