Euro Menanjak, Tapi Anggaran Italia Kembali Jadi Sorotan

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro menguat 0.25 persen ke kisaran 1.1395 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (21/November). Posisi EUR/GBP juga menanjak 0.12 persen ke level 0.8899 dan EUR/JPY masih melesat 0.43 persen pada level 128.78. Namun demikian, kisruh terkait anggaran Italia kembali mengemuka, setelah Uni Eropa menolak proposal revisi anggaran yang diajukan oleh Roma.

Euro Menanjak Anggaran Italia Kembali Jadi Sorotan

Menurut laporan terbaru yang dirilis kantor berita ANSA, European Commission telah menolak revisi proposal anggaran pendapatan dan belanja negara Italia untuk tahun 2019. Lebih dari itu, European Commission juga membuat rekomendasi khusus untuk menerapkan penalti disipliner terhadap Italia karena negeri itu memiliki utang dalam proporsi yang melampaui batas yang telah ditentukan.

Dalam revisi rencana anggarannya, Uni Eropa mengharapkan Italia memangkas anggaran hingga 0.6 persen dari GDP (Gross Domestic Product). Namun, mereka justru bersikukuh mengajukan anggaran ekspansif, sekitar 1 persen dari GDP. Tak pelak, para pejabat Uni Eropa menolaknya.

Keputusan Uni Eropa tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya, sehingga tidak memicu aksi jual baru atas Euro untuk sementara ini. Namun, krisis politik lebih lanjut bisa saja terjadi.

Baca Juga:   Outlook Mingguan FOREX : 16-20 September

Pasalnya, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menanggapi penolakan European Commission dengan dingin. Ia menegaskan bahwa negerinya sudah yakin pada rencana anggaran tersebut dan akan mendiskusikannya lebih lanjut dengan pimpinan European Commission, Jean-Claude Juncker, pada hari Sabtu mendatang.

Sementara itu, Euro cenderung pulih karena didongkrak oleh pemulihan minat risiko pasar hari ini dan sepinya pasar AS menjelang libur Thanksgiving esok hari. Pemulihan nampak dari posisi indeks DAX dan FTSE 100 yang menghijau, berbeda dengan memerahnya indeks Nikkei di sesi Asia tadi pagi maupun runtuhnya indeks saham AS pada sesi New York kemarin.

Perbaikan situasi ini boleh jadi hanya disebabkan oleh iklim pasar menjelang libur Thanksgiving besok, karena pasar AS hari ini diproyeksikan sepi dan hanya buka setengah hari. Esok, pasar AS bahkan tutup sama sekali. Dengan demikian, pelaku pasar hingga akhir pekan ini akan didominasi oleh investor dan trader dari kawasan di luar AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply