Euro Menanjak Tapi Terancam Demo Di Prancis

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro terpantau menguat versus Dolar AS pada sesi Eropa, bahkan sempat mencapai level tertinggi di kisaran 1.1442. Namun, kemelut politik di Prancis dan kesangsian mengenai kebijakan moneter ECB dapat menekan mata uang ini kembali mendekati harga pembukaan awal pekan di kisaran 1.1390.

Euro Menanjak Tapi Terancam Demo Di Prancis

Demonstrasi yang telah berlangsung sepanjang pekan lalu di Prancis mulai membuat para investor khawatir, karena belum juga mereda meski tuntutan massa telah dipenuhi. Aksi yang bermula sebagai protes atas kenaikan harga BBM lantaran diterapkannya pajak karbon tersebut masih berlanjut, meskipun Presiden Emmanuel Macron telah setuju untuk menunda kenaikan harga BBM.

Selain mengancam stabilitas politik Prancis dan posisi presidensial Macron, demonstrasi tersebut juga membuat pelaku pasar khawatir akan terjadi penurunan aktivitas ekonomi secara signifikan. Imbas ini dapat dilihat pada data Sentix Investor Confidence bulan Desember yang menunjukkan angka -0.3, anjlok dibandingkan 8.8 pada periode sebelumnya, dan jauh di bawah angka 8.4 yang diekspektasikan oleh ekonom.

Pimpinan International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde, pada akhir pekan menyampaikan bahwa ia yakin protes tersebut bakal berdampak pada perekonomian. Lebih lanjut, menurut Boris Schlossberg dari BK Asset Management, pandangan tersebut bisa menekan EUR/USD ke kisaran bahwa 1.1400 dalam perdagangan intraday.

Baca Juga:   Dollar Memegang Stabil Di Awal Perdagangan Asia

Demonstrasi di Prancis tersebut juga meningkatkan ketegangan investor menjelang rapat kebijakan moneter bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada hari Kamis mendatang. Sebagaimana diketahui, beberapa bulan lalu, ECB mengutarakan niatnya untuk menghentikan stimulus moneter mulai akhir tahun ini, serta mulai menaikkan suku bunga pada musim panas tahun depan. Namun, data-data ekonomi dan perubahan dinamika politik belakangan ini membuat pasar mempertanyakan relevansi rencana kebijakan tersebut dengan kondisi Zona Euro.

Apabila ECB melanjutkan rencananya untuk memangkas stimulus moneter, maka hal itu bakal memperburuk kondisi ekonomi kawasan karena mengetatkan likuiditas bagi para pebisnis. Di sisi lain, jika ECB batal memangkas stimulus moneter, maka para trader Euro akan terpaksa mengurangi posisi bullish-nya, karena sebagian penguatan Euro saat ini disebabkan oleh optimisme terdahulu mengenai akan dilakukannya pemangkasan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply