Euro Menggeliat Setelah Rilis Data Inflasi Konsumen

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD menanjak sekitar 0.10 persen ke kisaran 1.1342, setelah data inflasi konsumen Zona Euro dirilis lebih baik dibandingkan estimasi awal. Euro juga menguat terhadap Yen Jepang dan Poundsterling. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (22/2), EUR/JPY telah menanjak 0.21 persen ke kisaran 125.75, sedangkan EUR/GBP meroket 0.23 persen ke level 0.8710.

Euro Menggeliat Setelah Rilis Data Inflasi

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) mengalami kenaikan 1.4 persen (year-on-year) pada bulan Januari; lebih rendah dari pencapaian 1.5 persen pada periode Desember, tetapi sesuai dengan ekspektasi awal. Namun, dalam basis bulanan, CPI mencatat laju -0.1 persen; sedikit lebih baik dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada -1.1 persen.

CPI merupakan indikator inflasi konsumen paling utama. Kenaikan CPI biasanya mendorong penguatan nilai tukar mata uang terkait, karena pencapaian target inflasi bisa mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Pada level 1.4 persen, inflasi Zona Euro masih cukup jauh dari target 2 persen yang dipatok oleh bank sentralnya. Namun, kabar ini sedikit mengobati kekecewaan pasar, setelah rilis serangkaian data mengecewakan dari benua Eropa pada hari Kamis.

Baca Juga:   Yen Jepang Melemah Di Asia, Dampak ECB

Sebagaimana diketahui, lembaga riset independen IHS Markit kemarin melaporkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) preliminer untuk sektor Manufaktur merosot dari 50.5 menjadi 49.2 dalam bulan Februari. Selain itu, kantor statistik Jerman Destatis juga merilis laporan yang menyebutkan bahwa CPI Jerman anjlok ke level terendah 11 bulan pada periode Januari.

Ke depan, pelaku pasar kemungkinan akan berfokus pada arah kebijakan moneter bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) dalam menentukan arah pergerakan Euro berikutnya. Notulen rapat kebijakan ECB yang dirilis kemarin mengindikasikan kalau mereka belum akan melakukan perubahan kebijakan dalam waktu dekat, meski mengakui bahwa pertumbuhan perekonomian Zona Euro tengah mengalami perlambatan. Akan tetapi, sejumlah pejabat tinggi ECB telah mensinyalkan bahwa mereka bisa mendiskusikan program TLTRO (Targeted Long-Term Refinancing Operations) baru pada rapat kebijakan berikutnya.

Pada sesi New York nanti malam, Presiden ECB Mario Draghi dijadwalkan akan menyampaikan pidato. Investor dan trader akan mengamati kisi-kisi kebijakan apa yang bakal disampaikannya dalam kesempatan tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply