Euro Menguat, Didukung Pelemahan Sterling dan Greenback

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro mencatat penguatan harian sekitar 0.22 pada kisaran 1.1270 terhadap Dolar AS, saat memasuki sesi perdagangan New York hari Selasa ini (12/3). Meskipun tak ada katalis data berdampak tinggi dari kawasan Euro yang dijadwalkan rilis, tetapi mata uang ini berhasil menguat berkat pelemahan Poundsterling dan Dolar AS. Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/GBP telah meroket sekitar 1 persen akibat tingginya ketidakpastian hasil voting terkait brexit yang akan digelar nanti malam.

Euro Menguat

Pekan lalu, Euro sempat jatuh tajam pasca pengumuman kebijakan moneter baru bank sentralnya (European Central Bank/ECB). Buruknya data-data ekonomi Jerman, negara ekonomi terbesar di kawasan ini, juga turut membebani Euro. Meski demikian, tekanan bearish mulai mereda karena besarnya aksi jual terhadap Sterling sejak awal pekan ini.

Sterling sempat menguat pada sesi Asia karena pernyataan Perdana Menteri Theresa May bahwa pihaknya telah berhasil memperbarui pasal-pasal terkait perbatasan Irlandia dalam draft kesepakatan brexit, seusai negosiasi panjang dengan Uni Eropa. Namun, rincian pembaruan tersebut rupanya tak mendukung ratifikasi draft kesepakatan brexit ini di parlemen Inggris. Dalam voting di parlemen Inggris nanti malam, masih ada kemungkinan draft tersebut ditolak, sehingga Sterling kembali berkubang dalam ketidakpastian.

Baca Juga:   Saham NISP PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) RABU 04/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Sementara itu, Dolar AS melemah setelah US Bureau of Labor Statistics melaporkan bahwa Core Consumer Price Index (Core CPI) hanya mengalami kenaikan sebesar 0.1 persen (Month-over-Month) dalam bulan Februari 2019, alih-alih meningkat 0.2 persen sesuai ekpektasi. Secara keseluruhan, data-data tersebut mengonfirmasi keputusan para pejabat Federal Reserve untuk tak merubah suku bunga dalam tahun ini.

Ke depan, para investor dan trader Euro perlu terus mengamati perkembangan brexit. Jika parlemen Inggris menyetujui draft kesepakatan yang disodorkan oleh PM May, maka Sterling kemungkinan menguat, sedangkan Euro boleh jadi melemah. Demikian pula sebaliknya. Selain itu, perkembangan baru mengenai negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan China juga bisa memengaruhi mata uang ini di tengah minimnya rilis data ekonomi baru dari kawasan Euro, karena masalah tersebut telah berdampak besar terhadap dinamika ekonomi Jerman.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply