Euro Menguat, Ditopang Solidnya Iklim Bisnis Sektor Jasa

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD naik 0.4 persen hingga mencapai level tertinggi harian pada level 1.1254, setelah data Purchasing Managers’ Index (PMI) untuk sektor jasa Zona Euro direvisi menjadi jauh lebih baik dibandingkan data pendahuluannya dan kinerja sektor ritel menunjukkan pertumbuhan yang melampaui ekspektasi. Ini merupakan kebangkitan Euro untuk pertama kalinya dalam hampir dua pekan terakhir. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa hari Rabu ini (3/4), Euro juga menguat terhadap Yen dan Poundsterling. Pasangan mata uang EUR/JPY melejit ke level 125.42, sedangkan EUR/GBP menanjak ke level 0.8545.

Euro Menguat

Menurut laporan Markit, para pebisnis sektor jasa Zona Euro melaporkan bahwa kondisi bisnis tetap baik pada bulan Maret 2019; khususnya di empat negara ekonomi utamanya, yaitu Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia. Sejalan dengan itu, indeks PMI Jasa Zona Euro direvisi naik dari 52.7 ke 53.3.

Kenaikan di sektor jasa menanggulangi sebagian perlambatan sektor manufaktur, sehingga indeks komposit direvisi lebih tinggi dari 51.3 menjadi 51.6 untuk periode Maret. Namun, PMI Komposit masih lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Zona Euro untuk kuartal I/2019 pun masih tertambat pada laju 0.2 persen saja.

Baca Juga:   Dolar Yang Lebih Rendah Vs Euro, Yen Setelah Data GDP AS

Chris Williamson dari IHS Markit mengatakan, “Sektor jasa telah berhasil meraih pertumbuhan yang relatif kokoh, tetapi telah kehilangan momentumnya dalam beberapa bulan terakhir”. Lebih lanjut, ia memperkirakan, “Selama sektor manufaktur belum pulih kembali, laju pertumbuhan ekonomi (Zona Euro) secara keseluruhan kemungkinan tetap melemah dalam kuartal kedua (tahun 2019).”

Perlu diketahui, kemunduran sektor manufaktur saat ini terjadi secara global dan secara khusus menghantam negara-negara berbasis industri seperti Jerman. Situasi ekonomi Zona Euro makin diperburuk oleh resesi yang disertai pembengkakan utang pemerintah di Italia, serta demonstrasi anti-pemerintah berkepanjangan di Prancis. Akibatnya, perlambatan ekonomi selanjutnya dikhawatirkan bisa meluas dari sektor manufaktur ke jasa.

Paket laporan ekonomi lainnya yang dirilis oleh Eurostat menunjukkan kenaikan penjualan eceran di kawasan 19 negara ini mencapai 0.4 persen (Month-over-Month) pada bulan Februari, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi yang dipatok pada 0.2 persen saja. Namun, laju pertumbuhan penjualan eceran masih lebih rendah dibandingkan kenaikan 0.9 persen pada bulan Januari.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply