Euro Menguat Karena Rumor Kompromi Italia-Uni Eropa

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro menguat kembali sebesar 0.24 persen ke level 1.1411 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi Eropa hari Kamis ini (22/November), setelah Italia dikabarkan bersedia berkompromi dengan Uni Eropa terkait tuntutan mereka untuk merevisi rencana anggarannya. Mata uang Euro juga menguat terhadap Franc Swiss dan Yen Jepang di tengah meningkatnya minat risiko; walaupun berstatus melemah versus Pounds sehubungan dengan kabar telah disetujuinya draft awal kesepakatan Brexit.

Euro Menguat Karena Rumor Kompromi Italia

Kemarin, Italia gagal memanfaatkan kesempatan revisi rencana anggarannya sesuai ketentuan Uni Eropa, hingga kembali menghadapi penolakan dari para pejabat tinggi negara anggota lainnya. Karena itu, European Commission bersiap-siap menyusun langkah disipliner untuk memaksa Italia merevisi rencana defisit anggarannya yang terlalu dianggap besar.

Akan tetapi, sebuah laporan dari koran La Stampa menyebutkan bahwa Deputi Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, bisa jadi akan mengevaluasi ulang rencana anggaran tersebut. Dua alternatif yang akan diambilnya adalah mengurangi rencana anggran untuk pendapatan masyarakat, serta memangkas rencana reformasi dana pensiun.

Kabar ini spontan disambut hangat oleh pelaku pasar dan melonjakkan nilai tukar Euro. Pasalnya, menurut Michael McCarthy, pimpinan pakar strategi pasar di CMC Markets, “Potensi pergumulan lebih lanjut antara Roma dan Brussels bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi Zona Euro secara keseluruhan, dan bisa membuat Euro terus tertekan.”

Baca Juga:   Aussie Naik Berdasarkan Data, Kiwi Bertahan Setelah Komentar Wheeler

Sebelumnya, sejumlah pakar bahkan mengkhawatirkan kalau konflik berkepanjangan antara Italia dan Uni Eropa berpotensi membuat bank sentral Eropa menunda normalisasi kebijakan moneternya. Namun, kini sentimen pasar berubah menjadi positif, walaupun beberapa pihak masih mewanti-wanti kemungkinan kalau laporan La Stampa itu sekedar rumor.

Dari luar kawasan, Euro juga didukung oleh pelemahan Dolar AS lantaran pasar Amerika Serikat tengah libur untuk merayakan Thanksgiving. Menurut Ulrich Leuchtmann, pakar strategi forex di Commerzbank Frankfurt, pada Reuters, “Pasar berada pada situasi yang sedikit lebih kuat, walaupun pergerakan takkan besar karena pasar AS sedang tutup.”

Selain itu, Dolar AS juga digerogoti oleh keraguan pasar mengenai prospek kenaikan suku bunga AS yang merebak minggu ini karena buruknya data-data ekonomi dan spekulasi pasar berdasarkan pidato para pejabat The Fed. Apabila Fed gagal menaikkan suku bunga sesuai rencana pada tahun 2019, maka itu akan memangkas kesenjangan antara kebijakan bank sentral Eropa dan The Fed sebagai bank sentral AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply