Euro Menguat Meski Gubernur Bank Sentral Eropa Beri Pesan Dovish

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro terpantau meningkat 0.27 persen ke level 1.1435 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi New York hari ini (28/1), meskipun Gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) Mario Draghi memberikan pesan bernada dovish dalam pidatonya beberapa jam lalu. Euro juga tetap unggul terhadap Pounds dengan posisi EUR/GBP naik 0.62 persen ke level 0.8693, meskipun EUR/JPY cenderung sideways di kisaran 124.95 di tengah sepinya jadwal rilis data ekonomi.

Euro Menguat Meski Gubernur Bank Sentral Eropa Beri Pesan Dovish

Dalam pidatonya di hadapan Parlemen Eropa hari ini (28/1), Mario Draghi menegaskan kembali risiko perlambatan pertumbuhan. Menurutnya, perekonomian Zona Euro dalam beberapa bulan terakhir telah menampilkan kinerja lebih buruk dibandingkan ekspektasi dan ketidakpastian global kian membebani sentimen ekonomi.

Pasca rapat pekan lalu, ECB telah memutuskan untuk tak merubah kebijakan moneternya, tetapi memperingatkan bahwa perlambatan ekonomi di kawasan Euro bisa jadi lebih parah dan akan berlangsung lebih lama dibandingkan perkiraan sebelumnya. Masalahnya, tiga negara ekonomi terbesar di Zona Euro -Jerman, Prancis, dan Italia- nyaris tak mencatat pertumbuhan sama sekali pada tahun lalu. Walaupun ada yang mensinyalir kalau ini merupakan fenomena sementara, tetapi penurunan sentimen bisnis yang diakibatkannya dapat membuat perekonomian benar-benar mengalami resesi.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 22/07/2019 - KEMENDAG GENCARKAN PERJANJIAN DAGANG DENGAN PASAR NONTRADISIONAL

Hal ini ditegaskan kembali oleh Draghi dalam pidatonya, “Dalam beberapa bulan belakanan, informasi yang masuk telah terus menerus lebih lemah dibandingkan ekspektasi dikarenakan permintaan eksternal yang lebih lemah dan sejumlah faktor khusus pada beberapa negara dan sektor.”

Lanjutnya, “Berlanjutnya ketidakpastian, khususnya yang berhubungan dengan faktor geopolitik dan ancaman proteksionisme telah membebani sentimen ekonomi.”

Oleh karena itu, Draghi menilai, “Stimulus kebijakan moneter signifikan tetap penting untuk membantu mendorong tekanan harga-harga domestik dan perkembangan inflasi utama dalam jangka menengah… Dewan Gubernur (ECB) selalu siap untuk menyesuaikan semua instrumen kebijakannya, sesuai kebutuhan.”

Guna menopang sentimen bisnis, ECB diperkirakan dapat menawarkan pinjaman murah jangka panjang baru bagi perbankan agar mereka terus menggelontorkan dana untuk menggenjot perekonomian. Langkah selanjutnya kemungkinan adalah menunda kenaikan suku bunga. Indikasi-indikasi ini telah diperhitungkan pasar sejak pekan lalu, sehingga tak terlalu berdampak pada perdagangan hari ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply