Euro Menguat Seiring Optimisme ECB Soal Inflasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro menguat pesat terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Asia dan Eropa hari Kamis ini (27/12), berupaya pulih dari kemerosotannya pada hari Rabu. Pergerakannya mulai melandai kembali menjelang pembukaan sesi New York, tetapi posisi harian EUR/USD masih +0.34 persen pada level 1.1390. Euro juga masih unggul versus Pounds dengan posisi EUR/GBP naik 0.30 persen ke level 0.9010, pasca rilis buletin ekonomi ECB.

Euro Menguat Seiring Optimisme ECB Soal Inflasi

Dalam buletinnya, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) mengungkapkan bahwa perekonomian global akan mengalami perlambatan dalam tahun 2019 dan baru mengalami stabilisasi setelahnya. Namun, mereka tetap mengekspektasikan laju inflasi akan meningkat secara global maupun di Zona Euro.

Dalam beberapa bulan terakhir, pelaku pasar telah bersiap-siap menghadapi perlambatan ekonomi global. Perlambatan diproyeksikan terutama disebabkan oleh biaya bunga yang lebih tinggi bagi debitur yang memiliki utang dalam denominasi dolar, serta ketegangan dalam hal perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

ECB mengamini kekhawatiran tersebut dalam buletin ekonomi bulanannya, dengan mempertahankan outlook inflasi. Katanya, “Ke depan, aktivitas ekonomi global diekspektasikan melambat pada tahun 2019 dan tetap stabil setelahnya…. Tekanan inflasi global diekspektasikan meningkat perlahan seiring berkurangnya kapasitas sisa pada perekonomian.”

Baca Juga:   Outlook Mingguan Emas / Perak / Tembaga Berjangka : 5 - 9 Juni 2017

Buletin ini menggambarkan argumen yang mendasari keputusan ECB pada rapat bulan Desember kemarin untuk mengakhiri program pembelian obligasi senilai 2.6 Triliun Euro dengan tetap mempertahankan suku bunga negatif dan melanjutkan reinvestasi atas dana dari obligasi yang jatuh tempo.

Sebelumnya, keputusan itu dikritisi oleh banyak pihak sebagai sesuatu yang tak tepat dilakukan di tengah beraneka indikasi perlambatan ekonomi. Namun, melalui buletin ini, ECB seolah menegaskan bahwa tujuan satu-satunya bank sentral adalah pencapaian target inflasi, sehingga keputusan mereka sudah tepat.

“Inflasi yang mendasari diekspektasikan meningkat secara bertahap dalam jangka menengah, didukung oleh kebijakan moneter ECB, berlanjutnya ekspansi ekonomi, serta meningkatnya pertumbuhan gaji,” ungkap ECB.

Sementara itu, masalah politik masih membayangi Euro, karena perkara rencana anggarna Italia yang ditolak oleh Uni Eropa masih belum terselesaikan. Parlemen Italia dikabarkan baru akan melakukan voting atas revisi rencana anggaran baru pada 29 Desember mendatang.

Pada pembukaan sesi Eropa tadi siang, saham-saham setempat terpantau bergerak beragam. Indeks DAX dan MIB menurun, sementara indeks FTSE, CAC, dan Eurostoxx menanjak naik.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply