Euro Naik Pasca Tahun Baru, Lolos dari Ancaman Bearish

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro memulai tahun baru ini dengan penguatan versus Dolar AS. Pasangan mata uang EUR/USD terpantau menanjak lebih dari 0.20 persen ke kisaran 1.1362 pada awal sesi Eropa hari Kamis ini (3/1), meskipun tidak ada data ekonomi berdampak besar dari benua biru.

Euro Naik Pasca Tahun Baru, Lolos Dari Ancaman Bearish

Di tengah perayaan tahun ke-20 sejak penggunaan Euro oleh mayoritas negara anggota Uni Eropa pada tahun 1998, Euro berupaya menguat terhadap Dolar AS. Meski ada keraguan dari aspek politik dan ekonomi mengenai posisi Euro saat ini lantaran konflik Uni Eropa-Italia terkait rencana defisit anggaran, sejumlah analis tetap optimis kalau Euro akan terus mengukuhkan posisinya.

Pada media Euronews, ekonom Duncan Weldon mengungkapkan bahwa dukungan bagi Euro tetap kuat, walaupun sejumlah negara Uni Eropa, seperti Italia, menyuarakan ketidaksetujuan dengan kebijakan keuangan yang dijalankan oleh kesatuan ekonomi-politik ini. Katanya, “Saya pikir dalam jangka pendek, Euro sudah pasti keluar dari zona bahaya. (Sejauh ini) telah ada tiga periode bahaya, pada puncak krisis Euro pada 2012, kebuntuan dengan Yunani pada 2015. (Kemudian) kejadian tahun ini di Italia, terpilihnya pemerintahan Liga 5-Star (yang anti-Uni Eropa).”

Baca Juga:   BERITA SAHAM KAMIS 04/10/2018 - SEKOLAH DENGAN KURIKULUM JEPANG AKAN HADIR DI KOTA DELTAMAS

“Orang-orang mengingatkan kembali pada kenangan bentrokan (Uni Eropa) dengan pemerintah Yunani pada 2015. Namun, walaupun ada sejumlah perselisihan mengenai besar defisit anggaran Italia, (tetapi) nampaknya sebuah kompromi (akan) dicapai.”

Selama beberapa pekan terakhir tahun lalu, Euro berulang kali ditekan oleh isu konflik antara Uni Eropa dan Italia. Rezim pemerintahan baru Italia ingin memasang rencana defisit anggaran sebesar 2.4 persen, yang ditentang oleh Uni Eropa karena melampaui ambang yang telah ditentukan. Muncul rumor bahwa Uni Eropa akan mengenakan sangsi apabila Italia bersikeras menerapkan rencananya, dan sejumlah analis khawatir kalau Italia bakal jadi Yunani kedua akibat tingginya level utang yang akan timbul jika rencana anggarannya direalisasikan.

Pada 29 Desember lalu, parlemen Italia akhirnya setuju merevisi rencana defisit anggaran menjadi 2.04 persen. Konsesi ini masih di bawah harapan Uni Eropa, tetapi dianggap sebagai upaya untuk berdamai dengan lembaga yang menaungi semua negara-negara pengguna mata uang Euro tersebut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply