Euro Naik Terbatas Pasca Pemilu Uni Eropa

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD berhasil naik hingga mencapai level tertinggi 1.1215 pada perdagangan sesi Asia hari ini (27/5), setelah partai-partai pro-Uni Eropa sukses meraih kursi mayoritas di parlemen dalam pemilu akhir pekan lalu. Hasil pemilu dianggap mengurangi ketidakpastian politik, sehingga mendorong kelegaan pelaku pasar. Namun, posisi Euro telah menurun kembali ke kisaran 1.1197 terhadap Dolar AS saat berita ditulis, karena sepinya perdagangan hari ini.

Euro Naik Terbatas Pasca Pemilu Uni Eropa

Kegagalan partai-partai anti-Uni Eropa untuk mengakuisisi separuh kursi parlemen dalam pemilu Uni Eropa 2019, membuyarkan harapan sejumlah tokoh kontroversial untuk menggerogoti otoritas lembaga supranasional tersebut. Termasuk diantaranya keinginan Deputi Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, untuk menghapus batas utang yang diberlakukan bagi negara-negara anggota Uni Eropa. Perhitungan suara di sejumlah kawasan masih berlanjut, tetapi partai-partai pro-Uni Eropa diproyeksikan bakal menguasai dua pertiga kursi yang tersedia.

“Nampaknya partai-partai pro-UE masih menguasai mayoritas. Memang, kami menyaksikan kenaikan partai-partai anti-UE di sejumlah negara. Namun, itu tak lantas berarti mereka meraih suara mayoritas,” kata Minori Uchida, pimpinan analis mata uang di MUFG Bank, kepada Reuters. Ia menambahkan, “(Oleh karena itu) saya memperkirakan fokus pasar akan bergeser kembali ke hubungan AS-China.”

Baca Juga:   Poundsterling Menanjak Jelang Voting Penting Di Parlemen

Belum ada kabar mengenai perkembangan baru dari konflik perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar itu dunia hari ini. Aktivitas pasar cenderung minim karena bursa AS dan Inggris tengah tutup sehubungan dengan libur nasional masing-masing negara dan kalender ekonomi terpantau relatif sepi. Indeks Dolar AS (DXY) juga masih loyo pada kisaran antara 97.60-97.70, sementara Presiden AS Donald Trump tiba di Jepang dalam rangka kunjungan kenegaraan.

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump telah meningkatkan tekanannya terhadap Jepang agar mengurangi surplus dagangnya versus Amerika Serikat. Namun, ia menyatakan bahwa negosiasi perdagangan AS-Jepang baru akan digelar setelah pemilu parlemen Jepang pada bulan Juli mendatang.

Sebelumnya, keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif impor otomotif telah meredakan ketegangan antara dengan Jepang dan Uni Eropa, sehingga sorotan pasar sepenuhnya beralih ke perang dagang AS-China. Akan tetapi, pelaku pasar perlu mencatat bahwa sang presiden AS ke-45 belum mencabut rencana kenaikan bea impor otomotif secara keseluruhan.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply