Euro Naik Tipis Berkat Indeks ZEW, Jangka Panjang Masih Bearish

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD naik sekitar 0.1 persen ke level 1.1352, seusai rilis data indeks sentimen ZEW pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (19/3). Euro juga unggul terhadap Yen Jepang dan stabil versus Poundsterling, meskipun outlook ekonomi tak mengalami perubahan besar. EUR/JPY mencatat kenaikan harian 0.17 persen pada level 126.57, sedangkan EUR/GBP nyaris statis di sekitar level 0.8555.

Euro Naik Tipis Berkat Indeks ZEW

Lembaga Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) melaporkan bahwa indeks sentimen konsumen bagi Zona Euro membaik dari -16.6 menjadi -2.5 untuk bulan Maret ini. Sementara itu, indeks sentimen ekonomi Jerman meroket dari -13.4 menjadi -3.6. Angka tersebut melampaui ekspektasi ekonom, sekaligus merupakan rekor terbaik dalam satu tahun terakhir.

“Kenaikan indikator sentimen ekonomi ZEW secara signifikan menunjukkan bahwa berbagai risiko ekonomi mayor telah dianggap kurang dramatis dibandingkan sebelumnya,” ujar Presiden ZEW, Achim Wambach, dalam konferensi persnya, “Kemungkinan penundaan proses Brexit serta diperbaruinya harapan akan tercapainya kesepakatan mengenai rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa, nampaknya mendorong kenaikan optimisme di kalangan pelaku pasar keuangan.”

Baca Juga:   Saham LSIP SENIN 30/04/2018 ( BERITA SAHAM )

Perekonomian Jerman telah lolos dari resesi pada akhir tahun lalu, dan diperkirakan akan mengalami pertumbuhan 0.8 persen untuk tahun 2019. Lemahnya ekspor dan tekanan kapasitas industri disebut-sebut sebagai sejumlah masalah yang mempersulit pertumbuhan ekonomi, di samping beberapa kendala temporer di sektor otomotif dan olah kimia. Meski demikian, permintaan domestik diekspektasikan cukup kuat untuk menjauhkan negeri ekonomi terbesar Zona Euro itu dari kondisi resesi, khususnya karena sektor konstruksi dan belanja publik masih kokoh.

Dalam catatan berbeda, bank sentral Jerman (Deutsche Bundesbank), khawatir kalau Jerman akan terhantam oleh efek negatif jika Inggris sampai keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan tertentu. Masalahnya, banyak aktivitas pasar keuangan seperti kliring dan swap berpusat di London, dan butuh waktu lama untuk memindahkannya ke wilayah berbeda. Selain itu, hubungan dagang antara Jerman dan Inggris amat erat, sehingga Brexit bisa berimbas luas bagi perekonomian Jerman juga. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa seperempat perusahaan Jerman memperkirakan akan melakukan pemecatan karyawan, jika skenario terburuk “No-Deal Brexit” terjadi pada akhir bulan ini.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply