Euro Naik Tipis Karena Rumor Penundaan Tarif Impor Otomotif AS

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro menanjak 0.06 persen ke kisaran 1.1208 terhadap Dolar AS hingga awal sesi Eropa hari Kamis ini (16/5). Euro juga menguat tipis versus Poundsterling pada kisaran 0.8727. Apresiasi Euro kali ini berhubungan dengan beredarnya rumor mengenai rencana Amerika Serikat untuk menunda pengumuman kenaikan tarif impor atas produk otomotif seperti mobil dan suku cadangnya.

Euro Naik Tipis Karena Rumor Penundaan Tarif Impor Otomotif AS

Pada hari Rabu, Reuters mendapatkan kabar dari narasumber orang dalam pemerintah bahwa Presiden AS Donald Trump akan menunda penerapan tarif impor baru atas mobil dan suku cadang impor hingga enam bulan ke depan. Alasannya karena ingin mencegah eskalasi konflik perdagangan trans-atlantik lebih lanjut. Namun, sejumlah pakar menilai kalau Trump boleh jadi ingin menyaksikan bagaimana perkembangan negosiasi dagang antara AS dengan Uni Eropa dan Jepang terlebih dahulu, sebelum meluncurkan tarif impor atas produk otomotif.

Kabar tersebut melegakan bagi para investor Euro, karena AS termasuk salah satu destinasi ekpor otomotif utamanya. Hal ini juga relatif melegakan bagi para produsen otomotif ternama asal Jepang yang banyak memasarkan produknya di negeri Paman Sam. Di sisi lain, para trader Greenback pun dapat menarik napas karena artinya AS hanya akan terlibat konflik dagang frontal dengan China saja, bukan dengan separuh negara-negara ekonomi terbesar dunia.

Baca Juga:   Dolar Yang Lebih Rendah Vs Euro Karena Kebuntuan AS Berlanjut

Posisi Euro langsung meloncat ke rekor tertinggi harian 1.1224 setelah rumor itu beredar, tetapi posisinya langsung terbanting lagi ke bawah. Pasalnya, Deputi Perdana Menteri Italia lagi-lagi melontarkan komentar yang bersifat menantang peraturan Uni Eropa lagi. Sehari sebelumnya, ia telah mengutarakan kesiapan untuk melanggar aturan Uni Eropa mengenai batas defisit anggaran serta batas utang (Debt-to-GDP Ratio).

Sikap kebijakan bank sentral Eropa saat ini sudah jelas, yakni akan terus mempertahankan suku bunga di bawah nol dan terus melancarkan aksi pembelian obligasi. Dalam konteks ini, data-data ekonomi Zona Euro cenderung berdampak lemah terhadap mata uangnya. Sebaliknya, kasak-kusuk politik seperti isu brexit, konflik perdagangan, serta ancaman utang Italia, menjadi faktor-faktor yang lebih diwaspadai oleh pelaku pasar.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply