Euro Rebound Bersama Minat Risiko Investor Global

Bonus Welcome Deposit FBS

Pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis ini (1/November), Euro rebound dari level terendah dua setengah bulan. Pasangan mata uang EUR/USD melonjak 0.75 persen ke level 1.1398, sementara EUR/JPY meroket 0.70 persen ke level 128.66. Penguatan Euro ini selaras dengan peningkatan minat risiko investor global.

Euro Rebound Bersama Minat Risiko Investor Global

Para analis yang diwawancarai Reuters menyatakan bahwa banjir aksi beli Dolar pada bulan Rabu lalu langsung terhenti, begitu kalender berpindah ke bulan November. Faktor tersebut, serta ekspektasi bahwa China akan meningkatkan stimulus fiskalnya, telah melonjakkan nilai tukar mata uang Dolar Australia, Dolar New Zealand, serta sejumlah mata uang negara berkembang.

“Kita melakukan kebalikan dari apa yang kita lakukan kemarin. Kita menyaksikan pasar yang cukup “risk-friendly” dan dengan datangnya bulan baru, kita mengalami beberapa aksi jual Dolar,” ujar Kit Juckes, pakar strategi di Societe Generale.

Salah satu kabar yang paling menggemparkan di pasar finansial global hari ini adalah soal tercapainya kesepakatan tentatif antara Inggris dan Uni Eropa mengenai masa depan sektor jasa pasca Brexit. Faktor tersebut mendongkrak Euro dari keterpurukan yang disebabkan oleh buruknya data-data ekonomi serta kegelisahan mengenai berbagai krisis politik di kawasan Uni Eropa.

Baca Juga:   Berita Saham PPRE SENIN 12/03/2018

Menurut sebuah laporan eksklusif media The Times, Brussels akan mengijinkan perusahaan-perusahaan jasa Inggris untuk terus mengakses pasar Eropa pasca Brexit. Secara terpisah, European Commission juga sudah berikrar akan mengijinkan korporasi dan warga Uni Eropa untuk terus menggunakan perusahaan kliring di Inggris guna menyelesaikan kontrak-kontrak berdenominasi Euro.

Pencapaian ini dianggap sebagai suatu tonggak krusial oleh para pelaku pasar, karena sektor jasa mencakup lebih dari 80 persen aktivitas ekonomi Inggris, termasuk diantaranya sektor jasa keuangan. Apabila kesepakatan ini sungguh terealisasikan, maka perusahaan-perusahaan di sektor bisnis paling penting Inggris ini dapat merealisasikan berbagai rencana ekspansi yang tertunda sejak referendum Brexit, meningkatkan anggaran investasi, dan melesatkan pertumbuhan Inggris tahun depan.

Namun demikian, kesepakatan tentatif itu lebih menguntungan Pounds daripada Euro. Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/GBP telah merosot 0.37 persen ke level 0.8824, level terendah sejak pekan lalu; sementara GBP/USD meroket lebih dari satu persen hingga tembus level psikologis 1.2900.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply