Euro Reli Hati-Hati Pasca Rilis Notulen Rapat ECB

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD sempat meroket hingga mencetak rekor tertinggi dua pekan pada level 1.1034 pada sesi Eropa, tetapi kemudian surut kembali ke level 1.1012 pada awal sesi New York (10/10). Arah pair masih cenderung bullish karena depresiasi Greenback, tetapi pelaku pasar memilih untuk bertindak lebih hati-hati karena adanya perpecahan dalam dewan pengambil kebijakan tertinggi bank sentral Eropa (ECB).

Euro Reli Hati-Hati Pasca Rilis Notulen Rapat ECB

Apresiasi Euro selama sesi Asia dan Eropa bersumber dari pelemahan Dolar AS dan perbaikan minat risiko pasar. Berita terbaru dari ajang rapat Eurogroup juga cenderung positif bagi Single Currency. Para menteri keuangan dari negara-negara anggota Uni Eropa setuju untuk menggelontorkan anggaran fiskal lebih besar guna menanggulangi perlambatan ekonomi kawasan.

Meski demikian, laju Euro melambat setelah rilis notulen rapat kebijakan bank sentral Eropa (ECB) tanggal 11-12 September. Menurut notulen tersebut, para pejabat ECB terpecah belah dalam menilai urgensi, bentuk, dan skala stimulus moneter yang diluncurkan bulan lalu.

Sebagian anggota Dewan Gubernur ECB siap untuk mendukung pemangkasan suku bunga lebih besar asalkan program pembelian aset tak dimulai lagi. Sebagian lainnya mengkhawatirkan dampak negatif dari pemangkasan suku bunga, sehingga berkeinginan untuk menghindarinya. Rapat kebijakan ini dapat dikatakan sebagai pertemuan paling kontroversial dalam masa kepemimpinan Presiden ECB Mario Draghi selama 8 tahun terakhir, karena sekitar sepertiga anggota menolak dilanjutkannya Quantitative Easing.

Baca Juga:   BERITA SAHAM 25/07/2018 - PEMERINTAH AKAN RILIS PETA JALAN EKONOMI SYARIAH

“Sejumlah keraguan diekspresikan mengenai elemen individual dalam proposal paket kebijakan,” ungkap notulen tersebut, “Walaupun alasan bagi paket kebijakan komprehensif telah dibagikan, anggota menilai setiap elemen spesifik secara berbeda, dengan beberapa kebijakan dianggap sebagai substitusi bukannya saling melengkapi, sehingga menimbulkan trade-off antar elemen dalam paket (kebijakan).”

Seusai rapat tersebut, pimpinan bank sentral Belanda Klaas Knot mengungkapkan penolakannya secara terbuka melalui pernyataan tertulis. Gubernur bank sentral Jerman, Austria, dan Prancis, juga mengumumkan keluhan kepada media. Anggota Dewan Eksekutif Sabine Lautenschlaeger bahkan mengundurkan diri secara mendadak tanpa menyampaikan penjelasan apapun. Perpecahan terlalu tajam, hingga Draghi merasa perlu memberikan peringatan bahwa silang pendapat di tubuh bank sentral bisa mengurangi efektivitas kebijakan moneter.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply