Euro Reli Karena ECB Optimis Pada Outlook Ekonomi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro mencatat kenaikan tertinggi dalam sepekan pada sesi New York kemarin (13/September), setelah European Central Bank (ECB) mengungkapkan optimisme para pejabat tinggi Eropa terhadap outlook ekonomi kawasan. Reli Euro berlanjut hingga perdagangan hari Jumat ini (14/September).

Memasuki akhir sesi Eropa, pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan naik 0.10 persen ke 1.1700, walaupun surplus neraca perdagangan bulan Juli berkurang. Namun demikian, Euro terpantau stagnan versus Franc Swiss, Poundsterling, dan Yen Jepang.

Euro Reli Karena ECB Optimis Pada Outlook Ekonomi

Dalam rapat kebijakan kemarin, ECB memutuskan untuk tak merubah suku bunga; bunga deposit tetap -0.4 persen, sementara bunga pembiayaan masih 0 persen. Kendati demikian, Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan keyakinannya mengenai perekonomian regional dalam konferensi pers pasca rapat. Ia menilai bahwa perekonomian cukup tangguh untuk menyerap kapasitas produksi dan menggenjot inflasi. Bahkan, ECB mengumumkan akan mengakhiri program pembelian obligasi pada akhir tahun, serta mulai menguranginya jadi 12 Miliar Euro per bulan saja pada bulan Oktober mendatang.

Laju pertumbuhan ekonomi Eropa telah melaju selama enam tahun beruntun. Dengan reli yang relatif stabil tersebut serta mulai pulihnya inflasi, ECB memiliki cukup alasan untuk menarik program stimulusnya.

Baca Juga:   Indeks Dolar Tetap Pada Level Tertinggi 11,5 Tahun Dalam Perdagangan Yang Tenang

Holger Schmieding, pimpinan ekonom di Berenberg Bank, mengatakan pada CNBC bahwa keputusan ECB tersebut tidak mengejutkan. Ia mengekspektasikan ECB baru akan menaikkan suku bunga akhir tahun depan, pada bulan September dan Desember 2019.

Meski begitu, Presiden ECB Mario Draghi memperingatkan bahwa risiko global makin mengancam dalam beberapa bulan terakhir. Katanya, “Ketidakpastian terkait meningkatnya proteksionisme, kerapuhan negara-negara berkembang, dan volatilitas pasar finansial, telah meningkat baru-baru ini.”

Kekhawatiran Draghi tersebut merupakan prolog menuju buruknya data neraca perdagangan Zona Euro yang dirilis hari ini. Tadi sore, surplus dagang dilaporkan merosot dari 22.5 Miliar pada bulan Juni menjadi 17.6 Miliar saja pada bulan Juli. Angka tersebut sedikit di bawah ekspektasi awal yang dipatok pada 18.0 Miliar.

Terlepas dari itu, data gaji di Zona Euro menunjukkan kenaikan 1.9 persen (year-on-year) pada kuartal kedua tahun 2018, lebih tinggi dibanding 1.8 persen pada kuartal sebelumnya. Hal ini mendukung proyeksi stabilitas inflasi yang disampaikan ECB sebelumnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply