Euro Selip Setelah Publikasi Data GDP Kuartal III/2018

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro sempat diperdagangkan sideways sepanjang sesi Asia dan awal sesi Eropa hari Jumat ini (7/Desember), tetapi langsung tergelincir 0.05 persen ke kisaran 1.1368 terhadap Dolar AS, setelah publikasi data GDP Zona Euro Kuartal III/2018 (final). Meski demikian, Euro masih unggul versus Pounds, serta cenderung diperdagangkan flat terhadap Yen dan Franc.

Euro Selip Setelah Publikasi Data GDP Kuartal III/2018

Lembaga Eurostat mengumumkan bahwa Gross Domestic Product (GDP) Zona Euro hanya tumbuh 1.6 persen (year-on-year) dalam kuartal III/2018, alih-alih meningkat 1.7 persen sebagaimana dilaporkan pada data preliminer. Namun demikian, pertumbuhan kuartalan tetap 0.2 persen, sesuai ekspektasi.

Data Employment Change yang dirilis pada saat yang sama juga tak menunjukkan perubahan besar, tetap stagnan pada level 1.3 persen (year-on-year) dan sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Faktor-faktor ini membuat imbas data-data tak terlalu besar bagi Euro, karena sudah sesuai dengan perhitungan pasar sebelumnya.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menantikan sejumlah event lain pada akhir pekan ini. Diantaranya rilis data Nonfarm Payroll (NFP) dari Amerika Serikat, pengumuman OPEC dari Austria, serta diskusi soal anggaran Italia yang melanggar ketentuan Uni Eropa. Ketiga event tersebut dapat berimbas besar bagi Euro.

Baca Juga:   BERITA SAHAM SENIN 06/08/2018 - RATU PRABU ENERGI RAIH PENDAPATAN BERSIH Rp166,57 MILIAR

Secara historis, NFP merupakan data ekonomi reguler yang berdampak paling besar bagi Dolar AS, sedangkan Euro merupakan rival USD utama. Apabila data aktual NFP memperkuat Dolar AS, maka Euro bakal melemah; demikian pula sebaliknya.

Sementara itu, salah satu batu sandungan bagi nilai tukar Euro sekarang adalah penurunan harga minyak yang membuat laju inflasi lesu, sehingga memupus harapan akan pengetatan kebijakan moneter oleh ECB. Apabila OPEC benar-benar memangkas produksi minyaknya sesuai ekspektasi, maka kabar tersebut mensinyalkan kenaikan inflasi kawasan pada periode yang akan datang.

Terkait anggaran Italia, Uni Eropa menyatakan belum ada jadwal perundingan baru untuk mendiskusikannya. Namun, pihak Italia terus menerus didesak untuk merevisi defisit anggaran yang terlalu besar hingga melampaui ambang batas yang ditentukan Uni Eropa. Apabila mereka menolak dan Uni Eropa kehabisan kesabaran, maka negeri penanggung utang terbesar di kawasan Euro tersebut bisa dikenai penalti.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply