Euro Selip Setelah Uni Eropa Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro sempat merosot hingga 1.1324 terhadap Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Kamis ini (7/2), setelah Uni Eropa memangkas proyeksi pertumbuhan kawasan Euro. Saat berita ditulis menjelang pembukaan sesi New York, pasangan mata uang EUR/USD telah beranjak ke kisaran 1.1345, tetapi masih dalam area bearish. Euro juga melemah parah sekitar 0.5 persen terhadap Yen dan bergumul dalam posisi sideways versus Poundsterling.

Euro Selip Setelah Uni Eropa Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Dalam proyeksi ekonomi kuartalannya, European Commission merevisi turun ekspektasi pertumbuhan Zona Euro dari 1.9 persen menjadi 1.3 persen untuk tahun 2018, kemudian baru rebound ke 1.6 persen pada tahun 2020. Padahal, pertumbuhan tahun 2020 sebelumnya diekspektasikan mencapai 1.7 persen.

Semua negara di kawasan Uni Eropa diperkirakan akan terus mencatat pertumbuhan ekonomi positif, tetapi laju ekspansi bakal melambat. Menurut komisioner Pierre Moscovici, penyebabnya beragam dari dalam maupun luar kawasan. Mulai dari konflik perdagangan internasional, perlambatan ekonomi China, merosotnya produksi otomotif Jerman, ketegangan sosial di Prancis, hingga kerawanan anggaran belanja Italia.

Baca Juga:   Saham BJBR KAMIS 07/06/2018 ( BERITA SAHAM )

Pada awal sesi, lembaga berbeda melaporkan bahwa output industri Jerman anjlok empat bulan beruntun pada Desember. Hal itu terutama disebabkan oleh kemerosotan pesanan dari luar negeri.

“Hari baru, data buruk Jerman baru. EUR/USD berisiko bergerak ke $1.1300,” ujar Petr Krpata, seorang pakar dari ING, salah satu perbankan terkemuka Eropa.

Secara khusus, konflik perdagangan global serta meningkatnya utang pemerintah di berbagai negara utama Zona Euro telah mempersulit rencana kebijakan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Tahun lalu, ECB telah mencanangkan rencana untuk mulai menaikkan suku bunga tahun ini. Namun, kondisi resesi di Italia dan memburuknya kondisi bisnis Jerman sebagai imbas dari kedua pokok masalah tadi telah menutup kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Saat ini, pelaku pasar mengekspektasikan ECB akan mempertahankan suku bunga dan melanjutkan reinvestasi dana pembelian obligasi sepanjang tahun 2019. Selain itu, investor dan trader juga mengamati perkembangan kondisi ekonomi Italia yang telah terperosok dalam resesi selama dua kuartal beruntun di penghujung tahun 2018 lalu. Apabila otoritas terkait gagal mengerem kemerosotan dalam tahun ini, maka kekhawatiran soal resesi bisa meluas hingga ke seluruh penjuru Zona Euro.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply