Euro Sideways Sementara Pasar Mengkhawatirkan Data GDP

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro bergerak cenderung flat versus Dolar AS pada kisaran 1.1348 pada perdagangan sesi Eropa hari Rabu ini (5/Desember), sementara EUR/JPY naik 0.23 persen ke level 128.21 dan EUR/GBP merosot 0.36 persen ke level 0.8884. Saat ini, pelaku pasar tengah harap-harap cemas menantikan rilis data Gross Domestic Product (GDP) kuartal III/2018 untuk Zona Euro yang kemungkinan bakal mengecewakan.

Euro Sideways Sementara Pasar Mengkhawatirkan Data GDP

Salah satu masalah paling besar yang membebani Euro saat ini adalah perlambatan pertumbuhan ekonomi Zona Euro. Pada laporan preliminer, pertumbuhan kuartal tiga hanya mencapai 0.2 persen, jauh di bawah estimasi ekonom yang dipatok pada 0.4 persen. Laju pertumbuhan ekonomi Zona Euro tersebut bahkan lebih rendah dibanding Inggris yang tetap mampu meraih pertumbuhan 0.6 persen di tengah kemelut Brexit.

Perlambatan ekonomi ini membuat pelaku pasar khawatir kalau bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) bakal membatalkan rencananya untuk menormalisasi kebijakan ekonomi. Sebelumnya, ECB telah mencanangkan rencana untuk menghapus stimulus per akhir tahun ini dan mulai menaikkan suku bunga setelah musim panas 2019. Namun, kemungkinan akan berlanjutnya perlambatan ekonomi hingga kuartal empat atau lebih dari itu, mengancam rencana tersebut.

Baca Juga:   Indeks Dolar Mendorong Lebih Tinggi Di Resiko Perdagangan

Pertanyaannya, mengapa pertumbuhan ekonomi di Zona Euro loyo? Masalah nomor satu adalah penurunan harga minyak. Sebagaimana diungkapkan oleh Peter Van den Houte dari ING NV, “Kenaikan harga minyak telah menghambat pertumbuhan di Eropa (selain juga sejumlah penundaan produksi di industri mobil Jerman).”

Di samping harga minyak, sejumlah masalah lain yang ditunjuk oleh para ekonom antara lain musim dingin yang makin dingin, keputusan untuk melarang mobil diesel di Jerman, memudarnya pengaruh stimulus moneter ECB, serta terkekangnya kapasitas manufaktur. Ketidakpastian politik di Italia dan Inggris, serta stagnasi pada tingkat pengangguran Zona Euro, juga turut menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi Eropa.

Lantaran tingginya kekhawatiran tentang data GDP ini, reli Euro terhenti. Padahal, data penjualan ritel Zona Euro yang dirilis tadi sore (WIB) menunjukkan kenaikan lebih tinggi dari ekspektasi. Penjualan ritel bulan Oktober tumbuh 0.3 persen; lebih tinggi dari estimasi yang dipatok pada 0.2 persen, sekaligus membalik angka -0.5 persen yang tercatat pada periode sebelumnya.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply