Euro Statis Meski Pimpinan ECB Cenderung Pesimis

Bonus Welcome Deposit FBS

Nilai tukar Euro nyaris tak berubah versus Dolar AS dalam perdagangan sesi Eropa hari Jumat ini (16/November), dengan EUR/USD bertahan di kisaran 1.1326. Namun, presiden bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) baru saja menyampaikan dalam sebuah pidato bahwa inflasi kemungkinan tidak meningkat secepat yang diperkirakan sebelumnya, karena perusahaan-perusahaan di Zona Euro tengah menghadapi banyak ketidakpastian.

Euro Statis Meski Pimpinan ECB Pesimis

Pada sebuah konferensi perbankan di Frankfurt tadi sore, Presiden ECB Mario Draghi mengungkapkan, “Jika perusahaan-perusahaan mulai tak yakin soal outlook pertumbuhan dan inflasi, (maka) tekanan pada margin bisa jadi lebih kuat. Ini akan mempengaruhi laju perubahan harga-harga yang mendasari kenaikan inflasi, dan dengan demikian (mempengaruhi pula) laju inflasi yang kita harapkan dalam kuartal mendatang.”

Dalam pidato tersebut, Draghi berulang kali mengutarakan bahwa skema pembelian obligasi yang dilakukan ECB dalam kerangka pelonggaran moneter, akan dipangkas pada akhir tahun ini. Namun, bias-bias negatif yang disisipkannya memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar.

Apabila proyeksi Draghi mengenai kondisi perusahaan-perusahaan Zona Euro itu benar, maka bisa pertumbuhan gaji bisa melambat, dan dampaknya bisa merembet pada forecast inflasi ECB yang mendasari kebijakan moneternya. Ia sendiri mengatakan, “Dasar panduan kebijakan ke depan ini tergantung pada perkembangan ekonomi, dan karenanya bertindak sebagai penyeimbang otomatis. Apabila kondisi likuiditas atau keuangan mengetat secara tak terduga, atau jika outlook inflasi memburuk, reaksi kami sudah terdefinisikan dengan baik. Pada gilirannya, ini akan terefleksikan pada penyesuaian jalur suku bunga ke depan.”

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 17 - 21 Maret 2014

Carsten Brzeski, pimpinan ekonom di ING Jerman, menyatakan bahwa pidato Presien ECB ini membuka kemungkinan masa suku bunga rendah yang sangat lama. Ungkapnya, “Draghi sedikit merubah komunikasi ECB yang sudah populer. Meskipun masih ada keinginan cukup kuat untuk mengakhiri pembelian QE (Quantitative Easing) pada akhir tahun, (tetapi) Draghi membuka peluang perubahan pedoman kebijakan ke depan untuk tahun 2019.”

Sementara itu, konflik antara Brussels dan Roma terkait besar defisit dalam rencana anggaran Italia tahun 2019 tak kunjung usai. Kemarin, Italia menyatakan menolak untuk merevisi rencana anggarannya. Akibatnya, sejumlah petinggi Eropa kini melemparkan opini akan mengenakan penalti pada negeri yang terkenal dengan Menara Pisa-nya itu.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply