Euro Tenggelam Pasca Rilis Data Sentimen Ekonomi ZEW

Afiliasi IB XM Broker

Pasangan mata uang EUR/USD merosot lebih dari 0.3 persen ke bawah ambang 1.0800 pada awal perdagangan sesi New York hari ini (18/2), setelah rilis data sentimen ekonomi ZEW menunjukkan kemerosotan drastis dalam outlook ekonomi Jerman dan Zona Euro. Data tersebut mengonfirmasi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan akan terjerumusnya perekonomian kawasan ke dalam resesi tahun ini.

Euro Tenggelam Pasca Rilis Data Sentimen Ekonomi ZEW

Laporan ZEW Institute menunjukkan jatuhnya indeks ekspektasi ekonomi Jerman dari 26.7 menjadi 8.7 untuk hasil survei bulan Februari 2020. Komponen indikator kondisi ekonomi terkini Jerman bahkan merosot dari -9.5 menjadi -15.7. Artinya, prospek ekonomi Jerman tahun ini tetap suram akibat potensi imbas dampak wabah virus Corona. Padahal, laporan Destatis akhir pekan lalu menunjukkan pertumbuhan GDP nol persen selama kuartal IV/2019.

Memburuknya sentimen ekonomi Jerman juga berpengaruh terhadap outlook Zona Euro secara keseluruhan, karena statusnya sebagai negara terbesar di kawasan. Data sentimen ekonomi Zona Euro amblas dari 25.6 menjadi 10.4.

Profeson Achim Wambach yang memimpin ZEW Institute, memaparkan, “Dampak negatif yang dicemaskan dari wabah virus Corona di China terhadap perdagangan global telah mengakibatkan penurunan cukup besar dalam indikator sentimen ekonomi ZEW untuk Jerman. Ekspektasi terhadap perkembangan sektor berbasis ekspor dalam perekonomian telah merosot sangat tajam.”

Baca Juga:   Data ADP Mengecewakan, Greenback Terkoreksi

Pelaku pasar menganggap data sentimen ekonomi ZEW tersebut semakin mempertegas bias bearish Euro. Outlook kebijakan bank sentral Eropa pun diperkirakan akan semakin bearish.

“Hal ini sama-sama mengarah pada prospek EUR yang tidak menarik, serta berlanjutnya penurunan EUR/USD karena bauran data Zona Euro yang lemah. Perhitungan pasar tentang kemungkinan pemangkasan suku bunga deposit ECB dan karakteristik pendanaan Euro yang atraktif, tidak mensinyalkan hal baik bagi mata uang ini,” demikian dijabarkan oleh Petr Krpata dari ING, bank terkemuka asal Belanda.

Secara teknikal, outlook Euro juga buruk. Karen Jones dari Commerzbank menilain, “Menurut kami suasana volatilitas rendah telah berakhir. ATM EUR/USD 1 bulanan menyiratkan volatilitas telah berbalik dari garis support tahun 2007-2020 dan garis support satu tahunan, dan menunjukkan divergensi pada RSI mingguan. EUR/USD tetap lemah dan berada dalam jalur menuju 1.0763.”

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply