Euro Tergelincir Di Awal Sesi Eropa Akibat Data Industri Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro merosot hingga kisaran 1.1432 terhadap Dolar AS pada awal sesi Eropa hari Selasa ini (8/1), akibat penurunan tak terduga yang terjadi di sektor industri Jerman. Namun, saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/USD telah beranjak naik ke level 1.1464 di tengah penantian pelaku pasar menjelang pidato Presiden AS Donald Trump malam ini yang dikhawatirkan akan memicu kontroversi.

Euro Tergelincir Di Awal Sesi Eropa Akibat Data Industri

Kemarin, data output industri Jerman menunjukkan penurunan tiga bulan beruntun, sehingga menggarisbawahi kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi di kawasan Euro. Sejumlah analis mensinyalir kalau penurunan permintaan global dan konflik dagang yang dipicu AS telah berimbas pada menurunnya pesanan bagi para eksportir Jerman. Padahal, pada bulan Desember lalu, bank sentral Eropa (European Central Bank) baru saja memutuskan untuk menghentikan ekspansi stimulus moneter dengan ekspektasi perekonomian telah pulih.

“(Pelemahan Euro ini disebabkan oleh) tambahan data lemah yang bisa menghalangi rencana pengetatan moneter ECB,” ujar Thu Lan Nguyen, pakar strategi forex di Commerzbank Frankfurt, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Baca Juga:   NZD / USD Bergerak Lebih Rendah, Kesaksian Yellen

Sebagai konsekuensi dari sinyal perlambatan ekonomi ini, perubahan kebijakan lanjutan ECB bisa jadi tertunda. Walaupun ECB telah mencanangkan rencana untuk merubah suku bunga pada musim panas tahun ini, tetapi Nguyen mengekspektasikan mereka takkan menaikkan suku bunga hingga tahun 2020.

Pelemahan Euro mendongkrak sejenak Dolar AS yang baru-baru ini tumbang akibat anjloknya ekspektasi kenaikan suku bunga dalam tahun 2019. Namun, bias ini kemungkinan takkan bertahan lama.

“Berkembangnya ekspektasi bahwa Fed akan menghentikan siklus kenaikan suku bunganya telah membebani Dolar AS dan menjadi salah satu faktor besar dalam beberapa hari ke depan,” ujar Lee Hardman, pakar strategi forex dari MUFG London.

Sementara itu, pelaku pasar juga mewaspadai pidato Presiden Donald Trump yang akan disampaikan pada sesi New York. Pidato mengenai kisruh anggaran yang memicu terjadinya Government Shutdown selama tiga pekan ini bisa mendorong pelemahan Dolar AS lagi, jika mengakibatkan eskalasi ketegangan politik di Washington. Pasalnya, Trump terindikasi tetap akan ngotot menuntut anggaran bagi pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko yang ditentang oleh partai Demokrat di Parlemen AS.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply