Euro Tergelincir, ECB Nilai Perang Dagang Berbahaya

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD merosot 0.30 persen ke 1.1702 menjelang akhir sesi Eropa hari Kamis ini (27/September), setelah bank sentral Amerika Serikat memutuskan untuk melanjutkan kenaikan suku bunga bertahap hingga tahun 2020. Sementara itu, sebuah Buletin Ekonomi yang dirilis oleh bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menyebutkan kekhawatiran otoritas moneter Zona Euro tersebut mengenai bahaya perang dagang yang bisa mengakibatkan perlambatan ekonomi global.

Euro Tergelincir, ECB Nilai Perang Dagang Berbahaya

Dalam pernyataannya setelah mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin tadi pagi, bank sentral AS (Federal Reserve) mengonfirmasi tak ada perubahan pada arah kebijakan ke depan. Mereka memproyeksikan masih akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada bulan Desember dan tiga kali pada tahun 2019, serta satu tambahan pada tahun 2020. Posisi ini kontras dengan kebijakan bank sentral-bank sentral negara maju lainnya yang cenderung mempertahankan suku bunga rendah dikarenakan cenderung bersikap hati-hati dalam menghadapi tantangan pertumbuhan dan ketidakpastian ekonomi, sebagaimana halnya European Central Bank.

Buletin Ekonomi ECB yang dirilis tadi sore mengungkapkan, pertumbuhan global diekspektasikan melambat pada jangka pendek dan risiko meluasnya konflik dagang diantara negara-negara adidaya dapat memperburuk sentimen pasar lebih lanjut. “Dalam jangka pendek, momentum ekonomi global diekspektasikan termoderasi,” catat ECB dalam buletin tersebut.

Baca Juga:   GBP / USD Memegang Keuntungan Dimana PMI Asal Inggris Masih Mendukung

Secara umum, penilaian itu konsisten dengan pernyataan resmi yang dirilis pasca rapat kebijakan moneter terakhir pada 13 September. Namun, buletin tersebut menambahkan, “Kenaikan tarif impor lebih lanjut dan ketidakpastian mengenai hubungan perdagangan di masa depan kemungkinan akan membebani momentum ekonomi global mendatang.”

Meski demikian, ECB masih optimis pertumbuhan di kawasan Euro akan berlanjut. Bahkan, indikator jangka pendek menunjukkan kalau sektor tenaga kerja akan menguat lagi pada kuartal ketiga tahun ini. Oleh karenanya, mereka mengonfirmasi akan memangkas stimulus moneter mulai bulan Oktober dan mengakhiri program pembelian obligasi sepenuhnya pada akhir tahun. Dinyatakan pula bahwa suku bunga akan tetap dipertahankan pada rekor terendah saat ini hingga musim panas tahun depan, dan kemungkinan baru akan menaikkan secara bertahap pada kuartal keempat tahun 2019.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply