Euro Tergelincir Setelah Sentimen Ekonomi Zew Anjlok

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro turun tipis versus Dolar AS ke level 1.1362, dan EUR/USD kembali melaju ke level terendah bulan ini. Euro juga melemah terhadap Poundsterling dan Yen, dikarenakan kekhawatiran pelaku pasar mengenai prospek perlambatan ekonomi Zona Euro yang lebih buruk dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Saat berita ditulis pada pertengahan sesi Eropa hari Selasa ini (22/1), pasangan mata uang EUR/GBP telah melorot 0.16 persen ke kisaran 0.8796, sementara EUR/JPY anjlok 0.30 persen ke level 124.35.

Euro Tergelincir Setelah Sentimen Ekonomi Zew Anjlok

Lembaga riset terkemuka Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) melaporkan bahwa indeks sentimen ekonomi memburuk dari -21.0 menjadi -20.9 pada bulan Januari. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan eksepektasi sebelumnya yang memproyeksikan penurunan ke -20.1 saja, sekaligus merupakan indeks terburuk dalam tiga bulan terakhir.

Indeks sentimen ekonomi ZEW merupakan simpulan hasil riset mengenai outlook ekonomi enam bulan ke depan pada sekitar 350 responden dari kalangan analis dan investor bagi kawasan Zona Euro. Angka indeks di atas nol mengindikasikan optimisme, sedangkan angka di bawah nol menandakan pesimisme. Data ini biasanya berdampak rendah-menengah terhadap mata uang Euro.

Baca Juga:   USD/CHF Terguling Pasca Pengumuman Kebijakan SNB

Efek indeks ZEW kali ini bisa membesar, karena IMF baru saja merilis proyeksi ekonomi yang sangat buruk mengenai benua Eropa tadi pagi. Menurut International Monetary Fund (IMF) yang dikepalai oleh Christine Lagarde tersebut, laju pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa hanya akan naik 0.7 persen pada tahun 2019, sebelum beranjak naik 2.4 persen pada 2020. Padahal, laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 telah mencapai 3.8 persen.

Dalam beberapa hari ke depan, sorotan pelaku pasar akan berfokus pada rapat kebijakan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Dalam kesempatan tersebut, ECB diperkirakan takkan merubah kebijakan dan menyertakan pesan bernada dovish, karena inflasi masih lemah dan kondisi perekonomian negara-negara utama Zona Euro cenderung tertekan di tengah berbagai ketidakpastian politik.

Pemerintah Prancis belum berhasil meredam keresahan sosial yang merebak sejak akhir tahun lalu, Jerman bergelut dengan imbas eskalasi konflik perdagangan dunia, sementara kondisi perpolitikan Italia masih rawan. Uni Eropa juga dijadwalkan akan menyelenggarakan pemilu parlemen pada bulan Mei mendatang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply