Euro Terkoreksi Akibat Laju Inflasi yang Mengecewakan

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD terkoreksi sekitar 0.1 persen ke level 1.1148 pada pertengahan sesi Eropa (31/7), setelah Eurostat melaporkan bahwa laju inflasi Zona Euro bulan Juli 2019 gagal memenuhi ekspektasi pasar. Euro juga bertekuk lutut dalam pair EUR/GBP dan EUR/JPY seusai publikasi laporan itu. Namun, fluktuasi Euro berikutnya kemungkinan akan lebih dipengaruhi oleh kabar dari Amerika Serikat.

Euro Terkoreksi Akibat Laju Inflasi yang Mengecewakan

Ada tiga data ekonomi penting yang dirilis dari benua biru hari ini, yakni laporan tingkat pengangguran, Gross Domestic Product (GDP) dan Consumer Price Index (CPI). Diantara ketiga laporan itu, tingkat pengangguran mencetak performa terbaik, yaitu menurun dari 7.6 persen menjadi 7.5 persen. Kedua laporan lain malah mengindikasikan signifikansi perlambatan ekonomi kawasan ini.

Dalam basis tahunan, GDP Zona Euro hanya lengser sedikit dari 1.2 persen menjadi 1.1 persen, meskipun sebelumnya diprediksi hanya akan mencetak performa 1.0 persen. Akan tetapi, pertumbuhan GDP Zona Euro kuartal II/2019 meningkat 0.2 persen (Quarter-over-Quarter); lebih rendah dibandingkan pencapaian 0.4 persen pada tiga bulan pertama tahun ini.

Baca Juga:   Dolar Selandia Baru Lebih Tinggi Terhadap Dolar

Di sisi lain, laju inflasi yang ditunjukkan dalam data CPI berhasil meningkat 1.1 persen (Year-on-Year), sesuai ekspektasi. Namun, CPI Inti hanya mencatat pertumbuhan 0.9 persen, gagal memenuhi ekspektasi yang dipatok pada 1.0 persen. Dengan demikian, data ini justru meningkatkan probabilitas untuk diluncurkannya paket pelonggaran moneter tambahan oleh bank sentral Eropa (ECB).

Terlepas dari itu, pasar keuangan lebih memerhatikan jadwal pengumuman hasil rapat dewan kebijakan bank sentral AS (FOMC). Besok pagi, FOMC diharapkan mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin. Namun, pelaku pasar masih mempertanyakan apakah Fed hanya akan memangkas suku bunga satu kali ini saja, ataukah akan dilakukan lagi dalam beberapa bulan ke depan. Arahan kebijakan FOMC berikutnya bakal jadi pusat perhatian karena alasan ini.

Apabila FOMC mensinyalkan pemagkasan suku bunga tambahan, maka USD bisa terguling dari jalur reli yang telah ditempuhnya selama sepekan terakhir. Namun, jika FOMC ternyata tak memberikan komentar seperti itu, maka USD bisa berbalik menguat terhadap semua mata uang mayor, termasuk dalam pair EUR/USD.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply