Euro Terkoreksi Akibat Lesunya Produksi Industri

Bonus Welcome Deposit FBS

Pasangan mata uang EUR/USD sempat menanjak pada sesi Asia, tetapi tergelincir sekitar 0.1 persen ke ksiaran 1.1212 pada akhir sesi Eropa hari ini (14/5). Rilis data produksi industri Zona Euro dan sentimen ekonomi ZEW membangkitkan kembali kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi kawasan. Meski demikian, pelemahan Euro cenderung terbatas karena mata uang ini dimanfaatkan sebagai “safe haven” dadakan di tengah keraguan pelaku pasar terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat.

Euro Terkoreksi Akibat Lesunya Produksi Industri

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa produksi industri Zona Euro jatuh 0.3 persen (Month-over-Month) pada bulan Maret 2019. Penurunan data untuk bulan kedua beruntun ini dipicu oleh jebloknya output Prancis dan Italia, meskipun output Jerman mulai pulih. Dalam basis tahunan, produksi industri juga membueruk ke -0.6 persen (Year-on-Year), lebih rendah dibandingkan -0.3 persen (Year-on-Year) yang tercatat pada periode sebelumnya.

Sementara itu, lembaga riset ZEW mempublikasikan hasil survei sentimen ekonomi terbarunya. Hasil survei menunjukkan baha sentimen ekonomi Zona Euro ambrol dari 4.5 menjadi -1.6 pada awal bulan ini. Padahal, data ini sebelumnya diperkirakan akan meningkat ke level 5.0.

Baca Juga:   Penjualan Ritel Inggris Melonjak, Pounds Ikut Menanjak

Kedua data ekonomi itu memaksa Euro terkoreksi, setelah menanjak bertahap sejak pertengahan pekan lalu. Eskalasi konflik dagang AS-China sempat membuat outlook Euro dinilai relatif lebih baik daripada Greenback. Koreksi Euro kali ini belum mampu memudarkan bias tersebut, tetapi fenomena ini diperkirakan hanya akan berlangsung dalam jangka pendek.

“Dolar AS bisa jadi tetap rapuh menghadapi penurunan ekuitas Amerika Serikat. Pendapatan (perusahaan-perusahaan) AS rawan direvisi turun pada akhir tahun ini, dan perang dagang total jelas tidak akan membantu (memperbaiki outlook AS). Karena posisi long Dolar berlandasarkan pada skenario performa unggul ekonomi makro AS, (maka) kami agak khawatir kalau penyesuaian posisi jangka pendek bisa membebani aset-aset AS pekan ini,” kata Chris Turner, pimpinan pakar strategi forex dari ING Group.

Berikutnya, pelaku pasar akan memantau jadwal rilis data Gross Domestic Product (GDP) Zona Euro pada hari Rabu serta neraca perdagangan pada hari Kamis. Secara khusus, pelaku pasar kemungkinan akan menelitinya untuk menemukan indikasi mengenai seberapa besar efek samping konflik dagang AS-China terhadap perekonomian Zona Euro. Apabila efek samping tersebut ternyata cukup besar, maka status “safe haven” Euro boleh jadi akan gugur.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply