Euro Terpuruk Karena Lesunya Aktivitas Ekonomi Jerman

Bonus Welcome Deposit FBS

Mata uang Euro merosot ke level terendah 22 bulan terhadap Dolar AS pada dini hari tadi, akibat laporan indikator utama aktivitas ekonomi Jerman yang anjlok secara mengejutkan. Data tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terkait pertumbuhan Zona Euro. Saat berita ditulis pada awal sesi Asia hari Kamis (25/4), pasangan EUR/USD masih diperdagangkan dekat level terendah pada 1.1157.

Euro Terpuruk Karena Lesunya Aktivitas Ekonomi Jerman

Indeks hasil survei mengenai sentimen bisnis yang dirilis lembaga IFO pada hari Rabu menunjukkan penurunan drastis dan meleset dari ekspektasi. Laporan tersebut mengindikasikan betapa konflik perdagangan global telah membebani perekonomian Jerman, sehingga permintan pasar domestik menjadi satu-satunya penopang pertumbuhan saat ini.

Dibandingkan dengan perlambatan Zona Euro dan sejumlah negara asal mata uang mayor lainnya, ekspektasi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dianggap lebih baik. Hal inilah yang mendorong penguatan Dolar AS dibandingkan mata uang lain, termasuk Euro. Bagi EUR/USD, imbasnya memberikan tekanan bearish yang hampir sama dengan ketika bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) membatalkan rencana kenaikan suku bunganya dalam tahun 2019 ini.

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 08 - 12 Juni 2015

“Penguatan Dolar kemarin dibesar-besarkan oleh pelemahan di negara-negara selain Amerika Serikat,” kata Masafumi Yamamoto, pimpinan pakar strategi mata uang di Mizuhi Securities. Lanjutnya, “Pertanyaan besarnya adalah apakah pelemahan di Australia dan kawasan Euro itu hanya sementara atau tidak. Skenario (ekspektasi) utamanya adalah sebuah pemulihan (terjadi) di paruh kedua tahun ini di Zona Euro dan wilayah lainnya.”

Euro juga melemah terhadap Poundsterling dan Yen. Pasangan mata uang EUR/GBP tertekan pada kisaran 0.8643 dan EUR/JPY merosot tiga hari beruntun hingga kisaran 125.00. Padahal, Sterling tengah dihadang oleh eskalasi ketegangan politik Inggris yang mengancam penyusunan rencana brexit. Yen juga tengah menantikan pengumuman kebijakan bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) yang diekspektasikan tetap dovish.

Ke depan, sedikit sekali jadwal rilis data ekonomi Zona Euro dalam pekan ini. Namun, pelaku pasar kemungkinan akan mencermati publikasi buletin ekonomi ECB pada sesi Eropa (15:00 WIB). Bank sentral dapat menuturkan penilaiannya mengenai outlook ekonomi setempat dalam buletin tersebut, termasuk berkaitan dengan risiko utang negara-negara Zona Euro yang masih terlalu tinggi serta lesunya aktivitas ekonomi Jerman.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply