Euro Tertekan Meski Laju PPI Lampaui Ekspektasi

Bonus Welcome Deposit FBS

Euro merosot sekitar 0.25 persen ke kisaran 1.1336 terhadap Dolar AS menjelang pembukaan sesi New York hari Senin ini (4/3). Data inflasi produsen (Producer Price Index) dan keyakinan investor untuk Zona Euro yang dilaporkan tadi sore, mengalami kenaikan secara tak terduga. Meski demikian, antisipasi pasar menjelang rapat kebijakan moneter European Central Bank (ECB) terus menekan Euro. Saat berita ditulis, pasangan mata uang EUR/GBP telah merosot 0.18 persen ke kisaran 0.8585, sementara EUR/JPY anjlok sekitar 0.30 persen ke level 126.84.

Euro Tertekan Meski Laju PPI Lampaui Ekspektasi

Data keyakinan investor versi Sentix mengalami perbaikan sedikit dalam laporan tadi sore. Sentix Investor Confidence tercatat -2.2 untuk bulan Maret. Angka tersebut lebih baik ketimbang ekspektasi awal yang hanya -3.1, maupun rekor -3.7 pada periode survey sebelumnya.

Lembaga Eurostat melaporkan bahwa PPI mengalami kenaikan 3.0 persen (Year-on-Year) pada bulan Januari; sama dengan laju kenaikannya pada bulan Desember, tetapi lebih tinggi dibandingkan ekspektasi awal yang dipatok pada 2.9 persen. Dalam basis Month-over-Month, PPI mencatat kenaikan 0.4 persen, sesuai estimasi awal.

Baca Juga:   Outlook Mingguan GBP / USD : 11 - 15 Agustus 2014

Kenaikan PPI didongkrak oleh peningkatan harga energi serta barang modal. Data Eurostat menunjukkan harga energi mengalami kenaikan 0.4 persen pada bulan Januari, setelah merosot 2.7 persen pada bulan Desember. Harga barang-barang modal juga mengalami peningkatan sebesar 0.6 persen, setelah stagnan pada bulan sebelumnya.

Inflasi Produsen merupakan indikasi awal bagi kenaikan harga di taraf konsumen (inflasi konsumen). Apabila perubahan harga tersebut dibebankan ke tangan konsumen, maka kita bisa mengekspektasikan kenaikan inflasi konsumen pula dalam waktu dekat. Dengan demikian, data PPI kali ini dapat mendukung pencapaian target inflasi konsumen sebesar 2 persen yang dipatok oleh European Central Bank.

Meski demikian, sejumlah analis dan pelaku pasar meragukan keberlanjutan laju inflasi ini, karena pendorong utamanya adalah harga energi yang dikenal amat volatile. Sejalan dengan itu, bank sentral Eropa diperkirakan tetap akan mempertahankan suku bunga super rendah dalam rapat kebijakan moneternya pada hari Kamis depan. Meskipun mereka kemungkinan belum akan meluncurkan stimulus moneter baru lagi, tetapi ketidakpastian laju inflasi masih menghalangi perubahan kebijakan lebih lanjut.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply