Fed Dikhawatirkan Batal Naikkan Suku Bunga, Dolar Ambruk

Bonus Welcome Deposit FBS

Indeks Dolar AS anjlok tajam pada pembukaan perdagangan hari Rabu ini (19/12) dan mencatat -0.12 persen pada level 96.87 di awal sesi Eropa. Beredar rumor bahwa bank sentral AS (Federal Reserve) bisa jadi tak merealisasikan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin yang diharapkan pasar pada pengumuman FOMC besok pagi, sehingga Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang mayor.

Fed Dikhawatirkan Batal Naikkan Suku Bunga

Yen Jepang dan Franc Swiss menguat di tengah ketidakpastian suku bunga Fed ini, dengan USD/JPY merosot 0.15 persen ke level 112.35 dan USD/CHF lengser 0.05 persen ke level 0.9920. Sejumlah faktor lain juga mendorong kenaikan permintaan untuk mata uang Safe Haven, termasuk jatuhnya harga minyak mentah serta menguatnya sinyal perlambatan ekonomi dunia.

“Posisi (pelaku pasar) menjelang rapat FOMC sangat defensif, dan itulah mengapa kita menyaksikan Dolar melemah,” ujar Michael McCarthy, pimpinan pakar strategi pasar di CMC Markets.

Menurut perangkat FedWatch yang disediakan oleh CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga bulan ini turun ke 69 persen dari 75 persen pada pekan lalu. Perubahan ini makin membebani Dolar AS, setelah probabilitas kenaikan suku bunga tahun 2019 dipangkas pasar menjadi nyaris nol.

Baca Juga:   Keuntungan Yen Setelah Data Pesanan Mesin, Di Wilayah Lew AS

Komentar pimpinan Fed, Jerome Powell, pada akhir November yang menyiratkan bahwa suku bunga acuan sudah “tepat di bawah” suku bunga netral, telah meningkatkan kekhawatiran investor kalau bank sentral AS bakal menghentikan siklus “rate hike” mereka. Hal itu nampak dari berbagai spekulasi yang beredar saat ini, termasuk angka probabilitas pada FedWatch tadi.

Segelintir analis masih mengekspektasikan Fed akan menaikkan suku bunga 2-3 kali pada tahun 2019. “Kami kira Fed akan menaikkan suku bunga dua kali pada 2019. (Hanya saja) reaksi Fed akan sangat tergantung data tahun depan,” ungkap Stephen Innes dari OANDA.

Namun demikian, banyak indikasi yang bukan cuma menghapus probabilitas kenaikan suku bunga tahun 2019, melainkan juga mengikis kemungkinan kenaikan suku bunga bulan ini. Diantaranya, sebuah editorial yang ditulis The Wall Street Journal pagi ini memaparkan sejumlah alasan bagi Fed untuk bertindak demikian. Tekanan berkelanjutan dari Presiden AS Donald Trump yang tidak menyukai kebijakan moneter ketat, juga menjadi insentif bagi Fed untuk tak menaikkan suku bunga.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply