Franc Swiss (CHF) Jatuh Akibat Pertumbuhan Ekonomi Minus

Bonus Welcome Deposit FBS

Franc Swiss (CHF) merosot dua hari beruntun versus Dolar AS. Pasangan mata uang USD/CHF melonjak pada Kamis kemarin, dan naik lagi 0.30 persen ke level 0.9980 pada pertengahan sesi Eropa hari Jumat ini (30/November). Pergerakan tersebut dipicu oleh rilis data Gross Domestic Product (GDP) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi di bawah nol persen pada kuartal III/2018 di Swiss.

CHF Jatuh Akibat Pertumbuhan Ekonomi Minus

Badan statistik federal Swiss mengumumkan bahwa GDP kuartal III/2018 tercatat -0.2 persen (Quarter-over-Quarter), alih-alih tumbuh 0.4 persen sebagaimana diperkirakan oleh konsensus ekonom. Akibatnya, pertumbuhan GDP tahunan pun melambat dari 3.5 persen menjadi 2.4 persen, jauh lebih rendah dibanding ekspektasi pertumbuhan 2.9 persen yang diharapkan pelaku pasar.

Penyebab kejatuhan pertumbuhan ekonomi Swiss ini adalah kemerosotan ekspor hingga -4.2 persen pada kuartal ketiga, yang kemungkinan besar terjadi akibat penguatan Franc Swiss dalam beberapa waktu belakangan. Selain itu, penurunan permintaan dari negara tetangganya di Zona Euro, khususnya Jerman, diperkirakan juga mendorong pelemahan ekspor.

Kantor berita Reuters melaporkan, “Perekonomian Swiss secara tak terduga mengalami kontraksi pada kuartal tiga, terpukul oleh lemahnya konsumsi domestik dan perlambatan ekonomi di Jerman, partner dagang utamanya, demikian diungkapkan oleh Sekertaris Negara Bidang Ekonomi pada hari Kamis… (Selain itu) Pemerintah Swiss dan Swiss National Bank menganggap nilai tukar mata uang Franc terlalu tinggi, (sebagaimana) disampaikan kabinet setelah pertemuan tahunan dengan Pimpinan SNB Thomas Jordan bulan ini.”

Baca Juga:   AUD / USD Lebih Tinggi Meskipun Data Australia Suram

Kabar tersebut memicu spekulasi pelaku pasar kalau-kalau SNB akan melakukan intervensi atas mata uangnya. Pasalnya, selama ini SNB terhitung “ringan tangan” dalam mengintervensi nilai tukar Franc dan sudah berkali-kali mengambil tindakan untuk memperlemah mata uangnya sendiri untuk menjaga kurs pada tingkat rendah demi melindungi daya saing produknya di pasar internasional.

Risiko intervensi mata uang oleh bank sentral Swiss membuat para investor dan trader khawatir, sehingga memicu aksi jual atas Franc Swiss; walaupun mata uang yang berstatus Safe Haven ini biasanya dicari pasar ketika muncul ketidakpastian. Dibandingkan ketidakpastian yang terkandung pada Swissy, agaknya pelaku pasar memilih membeli Safe Haven lain seperti Dolar AS dan Yen Jepang.

Klik icon-icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini
Analisaforex.com di Google Play Store

Leave a Reply